|
Mewaspadai Pembungkus dan Wadah Makanan (2) |
|
|
|
|
Monday, 22 January 2007 |
Styrofoam
Halal Guide -- Styrofoam masih tergolong
‘keluarga’ plastik karena terbuat dari Poli
Stiren. Bahan yang lebih dikenal
sebagai gabus ini memang praktis, ringan, relatif tahan bocor dan bisa menjaga
suhu makanan dengan baik. Inilah yang
membuat bahan ini amat disukai dan banyak dipakai, termasuk dalam industri
makanan instan. Namun bahan ini
sebenarnya tak kalah berbahaya dengan plastik.
Dari
hasil survei di AS tahun 1986, 100% jaringan lemak orang Amerika mengandung
stiren yang berasal dari styrofoam.
Bahkan pada penelitian 2 tahun berikut, kandungan stiren sudah mencapai
ambang batas yang bisa memunculkan gejala gangguan syaraf. Sebuah studi di New Jersey, AS, menemukan
bahwa 75% ASI mengalami kontaminasi stiren yang berasal dari konsumsi ibu yang
menggunakan wadah styrofoam. Pada
ibu-ibu yang mengandung, stiren juga bisa bermigrasi ke janin melalui plasenta.
Dampak
jangka panjang dari menumpuknya stiren di dalam tubuh adalah gejala saraf
seperti kelelahan, nervous, sulit tidur dan anemia. Pada anak, selain menyebabkan kanker, sekian
tahun kemudian stiren juga menyerang sistem reproduksinya. Kesuburan menurun, bahkan mandul. Anak yang terbiasa mengkonsumsi stiren juga
bisa kehilangan kreatifitas dan pasif.
Styrofoam,
sebagaimana plastik, bersifat reaktif terhadap suhu tinggi. Padahal, salah satu kelebihan styrofoam yang
banyak diambil manfaatnya adalah kemampuannya menahan panas. Produk-produk sup dan minuman hangat di
restoran cepat saji menggunakan wadah ini.
Begitu pula produk-produk makanan instan, mesti diseduh dalam wadahnya
yang terbuat dari styrofoam. Mie instan,
bubuh ayam instan misalnya.
Stiren,
bahan dasar styrofoam bersifat larut dalam lemak dan alkohol. Berarti wadah dari jenis ini tidak cocok
dijadikan wadah susu atau yoghurt yang mengandung lemak tinggi. Begitu juga dengan kopi yang dicampur krim.
Dengan
sifat-sifatnya seperti itu, sudah selayaknya kita lebih berhati-hati
menggunakan styrofoam. Kalau hendak
menggunakan styrofoam untuk menjaga makanan tetap hangat, sebaiknya makanan
dimasukkan terlebih dahulu dalam wadah tahan panas dan dijaga tidak ada kontak
langsung dengan styrofoam. Sedangkan
penggunaannya sebagai wadah, harus diperhatikan untuk mendinginkan makanan
terlebih dahulu sebelum memasukkan ke dalam wadah styrofoam. Makanan instan dan
restoran yang menggunakan wadah ini sebaiknya dihindari demi menjaga kesehatan
kita dan keluarga. (Jurnal Halal LP POM MUI)
|
|
Google Search
Untuk pencarian melalui Google, ketik kata kunci misalnya sukuk, mudarabah, islamic finance, halal frozen food, halal market, dan lain-lain :
Iklan Baris
# MUTIARA CATERING Melayani Bandung & sekitarnya
Office Lunch Box, Meeting, Buka Bersama, Aqiqah, Reuni, Wisuda, Prom Night, Pelatihan, Seminar dan kebutuhan sajian anda
Melayani rantangan untuk rumahan dan kostan Kontak: 0888-603-4082 klik Mutiara Catering # Butik Baju Hamil & Baju Menyusui MomsMiracle.Com
Menjual Pakaian Hamil dan Menyusui Lengkap. Bisa untuk Pesta, Kerja atau Santai.
Hubungi: Ati Wicaksono Citra Raya Tangerang Indonesia 14710 Telepon: 021-71694918 MomsMiracle.Com # ABRING CHIPS Melayani dalam dan luar negeri partai besar, ekspor & eceran
Kripik nangka, mangga, nanas, rambutan, salak, apel, semangka dll
Aneka kripik gurih kualitas tinggi Ceker, paru, belut, lele, usus, gendar, kentang, afghan pedes dll
Abon Sapi Super rasa manis, pedes Abon Lele Super manis, pedes, bawang
Kontak:0888-603-4082 klik Abring Chips |
|