|
Suara Merdeka, 15-2-2005,hal 18
SEMARANG- Makanan yang mengandung protein dan asam lemak tak jenuh ganda
terbukti mampu memacu pertumbuhan otak kanan dan kiri secara seimbang. Asam
Arakhidonat ( AA ) dan Asam Dokosaheksanoat ( DHA ) merupakan senyawa lemak
yang saat ini sedang menjadi perhatian dari para ahli gizi.
Guru besar ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Undip, Prof dr Fathimah Muis MSc Sp GK
menyebutkan bahwa AA-DHA banyak ditemukan pada sumber-sumber lemak nabati dan
ikan. Selain kacang-kacangan dan ikan, air susu ibu ( ASI ) merupakan sumber
AHA dan DHA yang seimbang.
Fathimah menyebutkan, sumber utama AA adalah minyak jagung ( 57%), kedelai
(51%), kuning telur. Sedangkan DHA banyak ditemukan pada minyak hati ikan cod (
9-12%), minyak ikan salmon ( 11%) dan ikan makarel.
" Studi pada wanita hamil di Kanada menunjukan bahwa asupan DHA dibawah
angka kecukupan memicu gangguan kesehatan pada ibu dan janin, " kata
Fathimah dalam seminar " peran AA-DHA serta musik dalam tumbuh kembang
optimal dan strategi pencapaiannya" baru-baru ini, di Balai Kota.
Lebih lanjut Fathimah menjelaskan bahwa AA dan DHA merupakan komponen penting
dalam susunan syaraf pusat. Senyawa lemak ini terakumulasi pada retina, masa
kelabu otak, dan jaringan reproduksi. Senyawa lemak ini penting untuk
pertumbuhan otak dan penglihatan anak. Asam lemak tak jenuh ganda ini juga
dibutuhkan pada perkembangan janin dan bayi. " Pasokan AA dan DHA sangat
dibutuhkan terutama pada trimester terakhir, pasca kelahiran dan masa dini
anak."
Meski saat ini sejumlah merk makanan instan bayi menawarkan asupan AA dan DHA,
pembicara lain, Dr Asri Purwanti SpA, MPd menganjurkan para ibu tetap
memberikan ASI selama mungkin. Menurut Asri, tumbuh kembang otak kiri dan kanan
anak harus seimbang. Asupan gizi, penting untuk pertumbuhan otak. Namun
pendidikan secara afeksi dan emosi juga berpengaruh pada perkembangan anak.
" Anak harus diberi stimulan-stimulan seiring pertambahan usianya.
Stimulasi agar anak memiliki rasa tanggung jawab, mampu membedakan baik dan
buruk, harus dimulai sejak dini," pesannya.
Stimulan untuk otak kiri dapat dilakukan dengan melatih bahasa, logika,
matematika, membaca atau menulis. Sebaliknya, otak kanan berhubungan dengan
imajinasi, emosi dan interpersonal.
Senada dengan para ahli gizi, Asri
mengajurkan agar makanan sehari-hari harus bervariasi. Setiap hari kebutuhan
asam lemak sekitar 340-400 mg/hari. Selain variasi lemak nabati dan hewani,
Asri menganjurkan penggunaan minyak dengan asam lemak nabati dan hewani, Asri
menganjurkan penggunaan minyak dengan asam lemak tak jenuh ganda. " Agar
terhindar dari jantung koroner,minyak kedelai, minyak kacang,dan jagung, lebih
baik daripada minyak kelapa," ujarnya."Hindari makanan yang digoreng
pada temperatur tinggi dan lama karena asam lemak dapat berubah bentuk dan
merugikan tubuh."
|