|
Sunday, 18 June 2006 |
|
Assalamu alaikum Wr Wb,
Saya pernah mendengar bahwa sistem penyaringan air itu ternyata rawan
karena kemungkinan menggunakan karbon aktif dari tulang babi. Bagaimana
dengan air PAM yang kita gunakan sehari-hari? Apakah air tersebut juga
menggunakan karbon aktif dari babi? Karena air PAM di Jakarta tidak
semuanya berasal dari mata air, tetapi ada juga yang menggunakan air
sungai yang diproses dengan proses penyaringan tertentu. Sebelumnya
saya ucapkan terima kasih atas penjelasannya. Wassalam,
Jawab:
Penyaringan air menggunakan karbon aktif dilakukan untuk menghilangkan
bau pada air tersebut. Proses ini biasanya digunakan pada industri air
minum dalam kemasan, sehingga hasilnya benar-benar bening, bebas bau
dan siap diminum. Sedangkan air PAM biasanya hanya menggunakan proses
penyaringan untuk menghilangkan partikel-partikel terdispersi, seperti
kotoran, tanah dan sebagainya. Proses tersebut jarang menggunakan
karbon aktif, atau kemungkinan penggunaannya sangat kecil. Oleh karena
itu sejauh ini air PAM di Jakarta aman dikonsumsi, tetapi harus dimasak
terlebih dahulu sebelum diminum. |