Pendidikan rasio (akal) adalah ialah pendidikan dalam rangka membentuk pola pikir anak dengan segala sesuatu yang bermanfaat, seperti ilmu-ilmu agama, kebudayaan, dan peradaban. Dengan demikian, pikiran anak menjadi matang, bermuatan ilmu, kebudayaan, dan sebagainya.
Pendidikan rasio (akal) adalah ialah pendidikan dalam rangka membentuk pola pikir anak dengan segala sesuatu yang bermanfaat, seperti ilmu-ilmu agama, kebudayaan, dan peradaban. Dengan demikian, pikiran anak menjadi matang, bermuatan ilmu, kebudayaan, dan sebagainya. Tanggung jawab ini tidak kalah pentingnya dibanding tanggung jawab lain, semisal tanggung jawab pendidikan keimanan, moral, dan fisik. Pendidikan keimanan merupakan proses penanaman fondasi, tanggung jawab pendidikan fisik/jasmani merupakan persiapan dan pembentukan, sementara pendidikan moral merupakan penanaman dan pembiasaan. Pendidikan rasio (akal) merupakan penyadaran, pembudayaan, dan pengajaran. Tanggung jawab terhadap seluruh hal tersebut saling berkaitan erat dalam proses pembentukan kepribadian anak secara integral dan sempurna, agar menjadi manusia yang konsisten dan siap melaksanakan kewajiban, risalah, dan tanggung jawab. Jika harus menjelaskan tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh para pendidik dalam menunaikan tanggung jawab terhadap diri anak, maka pendidikan mental terfokus kepada tiga permasalahan, yakni kewajiban mengajar, menumbuhkan kesadaran berpikir, dan kejernihan berpikir. Kesemua aspek diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan anak pada ilmu, keberpihakannya pada kebenaran yang dapat menghindarkan dirinya dari kesesatan dan kebergantungan pada makhluk, serta kepemilikan atas pola pikir dan logika yang benar.(disarikan dari Buku Pendidikan Anak dalam Islam, Dr. Abdullah Nashih Ulwan, Pustaka Amani-Jakarta) |