Penyakit kusta PDF Print E-mail
Thursday, 13 April 2006
Keputusan Fatwa Majelis Ulama Indonesia
Tentang
Penyakit kusta


Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia dalam sidangnya di Jakarta pada tanggal 18 Jumadil Akhir 1402 H. bertepatan dengan tanggal 12 April 1982 M, setelah :

_Membaca :


Surat dari Kantor Wilayah Deparetmen Agama Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Memperhatikan :

  1. Al-Qur'an Surat Ali Imran ayat 49, (Kisah al-Masih Isa Putera Maryam) "Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Lsrail (vang berkata kepada mereka) : "Sesungguhnya aku (Isa) telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mu jizat) dari Tuhanmu, ti•aitu aku membuat untuk kamu dari tanah sebagai bentuk burung : Kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak (kusta), clan aku inenghidupkan orang mati dengan seizin Allah, dan aku kabarkan kepadamu apa ' vang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhn ' va pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulankir) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman ".
  2. Al-Qur'an Surat al-Ma'idah ayat 110 "(Ingatlah, ketika Allah mengatakan :"Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa, dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak (kusta) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata :'Ini tidak lain melainkan sihiryangnyata. "
  3. Hadis Rasulullah SAW. "Berkatalah Affan : Bercerita kepada kami Salim bin Hayyan yang berkata : Bercerita kepada kami Sa'id bin Mina, yang berkata "Aku mendengar Abu Hurairah berkata : Rasulullah berkata : Tidak ada penularan, tidak ada hitungan-hitungan langkah, tidak ada alamat burung hantu, clan tidak ada bulan Safar yang nahas. " (Riwayat Bukhari dan Muslim dari kitab "Zad alMuslim ". juz V hal. 298.
  4. Hadis Rasulullah SAW : "Berobatlah, hai hamba Allah karena sesungguhnya ALlah SWT tidak nrengadakan penyakit kecuali mengadakan pula obat baginya. Hanya satu penyakit yang tiddak ada obatnya, yaitu penyakit tua. " (Hadis riwayatAhmad dalam Musnad-nya, riwayatAbu Daud, Turmuzi, Nasa'i dan Ibnu Majah, lihat kitab Fath al-Qadir; III hal. 238)

Menimbang:

  1. pentingnya kesejahter-aan bangsa dengan mengusahakan suasana yang sehat dan baik bagi masyarakat Indonesia.
  2. perlunya Majelis Ulama Indonesia mencegah berkembangnya sikap kurang toleran yang berlebih-lebihan dari masyarakat terhadap penderita kusta;
  3. Perlunya menolong penderita penyakit kusta untuk berobat sedini mungkin; Diketemukannya obat penyakit kusta, mudah didapat dan tidak mahal harganya.

Memutuskan :

MENETAPKAN


  1. Penyakit kusta adalah suatu penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri.
  2. Menurut penelitian kedokteran, penularan penyakit kusta terhadap seseorang ditentukan oleh kekebalan atau kepekaan orang itu.
  3. Penyakit kusta dapat disembuhkan jika berobat pada stadium dini. JIka tidak diobati, proses penyakit akan berlanjut hingga menimbulkan cacat dan obatobat anti lepra tidak dapat mempengaruhi cacat tersebut.
  4. Tanda-tanda penularan penyakit kusta pada kulit berupa satu atau dua bercak yang:
    1. berwarna keputih-putihan atau kemerah-merahan;
    2. Tidak berkeringat/keringat berkurang;
    3. Tidak berambut/rambutnya berkurang;
    4. Kulitnya agak menipis;
    5. Tidak perasa/berkurang perasaannya.
  5. Penyakit kusta bukanlah suatu kutukan dari Tuhan terhadap seseorang tertentu.

Jakarta, 18 Jumadil Akhir 1402 H 12 April 1982 M

KOMISI FATWA
MAJELIS ULAMA INDONESIA
Ketua, Sekretaris,
ttd. ttd.

PROF. K.H. IBRAHIM HOSEN, LML H. MUSYTARI YUSUF, LAM;


 
< Prev   Next >