Home > Konsep Dasar > Babi Dimana Virus Bercampur Menjadi Satu

Babi Dimana Virus Bercampur Menjadi Satu

May 7th, 2009
pigHewan haram ini terus saja menimbulkan masalah. Para peneliti dari WHO menyimpulkan bahwa babi merupakan tempat berbagai virus flu berkumpul. Baik yang menyerang babi itu sendiri, unggas, hewan lain maupun manusia.

“Dalam tubuh babi-lah aneka virus tersebut bertemu dan bermutasi hingga akhirnya mengeluarkan virus baru yang mengandung material pendukungnya dengan sifat yang baru pula,” ujar peneliti dari Pusat Penyakit Tropis, CA Nidom.
Menurutnya tubuh babi merupakan wahana pencampur (mixing vessel) atau tempat bertemu dan bermutasinya berbagai jenis virus tersebut yang kemudian bercampur dan menghasilkan virus baru dengan karakter baru.
Hingga saat ini hanya tubuh babi-lah yang memungkinkan bercampurnya material genetika virus flu burung terjadi. Hewan ini memiliki perangkat biologis yang memungkinkan percampuran genetic virus terjadi. Percampuran genetika ini terjadi ketika virus ini masuk tubuh babi ke sel epitel babi melalui reseptor alfa 2,3 sialic acid dan reseptor alfa 2,6 sialic acid.
Di dalam sel babi virus ini mereplikasi dan terjadi pertukaran genetika yang terdiri dari delapan fragmen seperti HA, NA, PA, PB1, Pb2, M, NP dan NS. Fragmen-fragmen ini bisa bertukar hingga membentuk anak baru dari gen-gen virus tersebut. Bisa juga terjadi antigenic drift, yakni proses mutasi dengan material genetika “anak virus” yang lebih kompleks.
Dalam kasus flu babi ini, penataan ulang gen virus ini menghasilkan struktur luar yang sama dengan induknya yakni H1N1. Walaupun material genetika nya berasal dari virus flu unggas dan flu manusia. Sehingga sebelum menyerang manusia virus ini sepertinya sudah tertata ulang secara rapi di dalam tubuh babi. Barulah kemudian masuk ke dalam tubuh manusia. Adaptasi dengan tubuh manusia terjadi pada orang yang pertama terinfeksi virus ini, yang kemudian menular ke orang dengan kecepatan tinggi. Sebenarnya, tingkat keganasan virus flu babi tipe H1N1 lebih rendah dari virus flu burung bertipe H5N1 yang mencapai 80 persen. Namun tingkat penyebaran dan penularan yang tinggi dari virus flu babi membuat para ahli tersentak. Ah
Sumber: halamui.org
Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Digg
  • MySpace
  • del.icio.us
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • email
  • Furl
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis
  • Yahoo! Buzz

Baca Juga:

  1. Ketika Sebulir Jeruk Menjadi Tak Halal

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari halalguide.info di inbox anda:


admin Konsep Dasar , ,

  1. kit32
    May 15th, 2009 at 10:08 | #1

    kalo babi ato kodok itu haram ya jgn dimakan, gmana sama lele yg makan tokai? kecoa yg masuk wc trus digoreng? tikus yg dibikin baso ato yg laennya?
    gw sendiri muslim tapi pernah makan babi tapi biasa aja gmana yg setiap hari makan babi tapi mereka ga apa2 tuh tetep pinter.
    jgn terlalu dibesar2kan d, ga usah ikut2an

  2. May 17th, 2009 at 14:01 | #2

    babi kan kotor…

    wajar klo diharamkan

  3. May 18th, 2009 at 20:03 | #3

    yang membedakan babi dengan hewan lainnya adalah sruktur penyusunnya. Dna manusia dan babi memiliki beberapa kesamaan, selain itu sifat2 babi yg menjadi inang berbagai penyakit jelas membuat babi berbahaya untuk dimakan. kalaupun toh tidak menyebabkan penyakit untuk pemakannya, tentunya yg paling dikhawatirkan adalah struktur2 genetik babi yg memiliki kesamaan dalam diri manusia tersebut dapat melekat dan menimbulkan mutasi ataupun hal2 yg tidak diinginkan,
    bisa saja manusia itu tidak akan merasakan bahwa sifat2nya sedikit demi sedikit menyerupai seekor babi..

  4. true
    May 20th, 2009 at 15:42 | #4

    “babi kan kotor…wajar klo diharamkan.”

    Emangnya kebo kagak kotor..!! Lele!! Halaaah pada munafik aja loe..

  5. yahya
    May 22nd, 2009 at 18:09 | #5

    hmmm…….bener sih
    kata gw babi mang patut diharamkan….
    ada banyak penyakitnya……
    dan sifat2nya pemalas,rakus,tamak,dll

    gw setuju bgt ama yang diatas

  6. uli
    May 24th, 2009 at 16:47 | #6

    meditation1234 :
    yang tentunya yg paling dikhawatirkan adalah struktur2 genetik babi yg memiliki kesamaan dalam diri manusia tersebut dapat melekat dan menimbulkan mutasi ataupun hal2 yg tidak diinginkan,
    bisa saja manusia itu tidak akan merasakan bahwa sifat2nya sedikit demi sedikit menyerupai seekor babi..

    hi…hi…. komentar yan aneh!! memang DNA babi mirip dengan DNA manusia sehingga di dunia kedokteran banyak menggunakan Babi sebagai hewan percobaan maupun beberapa organnya digunakan sebagai pencangkokan bagi organ manusia, namun tidak bisa lantas akibat memakannya kita jadi menyerupai babi :) . tapi memang benar bahwa penyakit” dari babi lebih mudah menjangkiti manusia (antropozoonosis), seperti virus contohnya mungkin karena ada kesamaan reseptornya dengan manusia. demikian.

  7. uya
    May 29th, 2009 at 12:10 | #7

    babi emang jelas haram, mo alasan apapun argumen apapun, gak usah ikut2an makan babi, mo makan babi mo kagak terserah dong…

  8. Bayu Susanto
    June 12th, 2009 at 08:39 | #8

    “Attiullah wa attiurasul” artinya Ikutilah perintah Allah dan perintah Rasul..sebagai muslim dengan dasar ini saja sudah cukup untuk kita jauh2 dari segala sesuatu yang jelas2 dilarang ALLAH dan Rasul-NYA..Ga usah dicari-cari alasan mengapa sesuatu diharamkan atau dihalal kan karena sebagai muslim kita wajib percaya bahwa yang benar menurut ALLAH dan RasulNYA pasti baik untuk kita dan sebaliknya..kalo kita ga percaya sama ALLAH dan RasulNYA..lantas siapa lagi yang pantas dipercaya?????

  9. September 12th, 2009 at 09:52 | #9

    @kit32
    w stuju beudh tuh!! haram atau gak haramnya babi itu g usah dibesar2in. mau di makan ya udah makan aja, klo gak mau makan ya gak usah dimakan. gitu aja koq repot?! biasa’in aja kalee..

Comments are closed.