Home > Obat-obatan > Kehalalan Vaksin

Kehalalan Vaksin

May 4th, 2009 admin

vaccinerevolt181007vaccineVaksinasi adalah suatu aktivitas yang bertujuan membentuk kekebalan tubuh dan biasanya dilakukan pada bayi, balita, dan ibu hamil. Tapi apakah selama ini kita mengetahui dari bahan apa vaksin itu dibuat? Selama ini kita lebih sering memperhatikan reaksi yang timbul setelah pemberian suatu vaksin ke dalam tubuh kita.

Apa itu Vaksin?

Vaksin adalah sebuah senyawa antigen yang berfungsi untuk meningkatkan imunitas atau sistem kekebalan pada tubuh terhadap virus. Terbuat dari virus yang telah dilemahkan dengan menggunakan bahan tambahan seperti formaldehid, dan thymerosal.

Jenis vaksinasi yang ada antara lain vaksin hepatitis, polio, rubella, BCG, DPT, Measles Mumps Rubella (MMR). Di Indonesia sendiri praktik vaksinasi yang dilakukan terutama pada bayi dan balita adalah hepatitis B, BCG, Polio, dan DPT. Selebihnya seperti vaksinasi MMR bersifat tidak wajib. Sedangkan, vaksinasi terhadap penyakit cacar air (smallpox) termasuk vaksinasi yang tidak dilakukan di Indonesia.

Vaksin dan Tinjauan Kehalalannya

Pekan Imunisasi Nasional (PIN) yang dilakukan bulan agustus tahun kemarin sempat bermasalah di beberapa wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung, dan Banten yang menolak pemberian vaksin karena diragukan kehalalannya.

Memang kalau kita telaah lebih lanjut, masih banyak jenis vaksin yang bersumber dari bahan-bahan yang diharamkan. Seorang pakar dari Amerika mengatakan bahwa vaksin polio dibuat dari campuran ginjal kera, sel kanker manusia, serta cairan tubuh hewan tertentu termasuk serum dari sapi, bayi kuda, dan ekstrak mentah lambung babi. Selain itu, beberapa vaksin juga diperoleh dari aborsi janin manusia yang sengaja digugurkan. Vaksin untuk cacar air, Hepatitis A, dan MMR diperoleh dengan menggunakan fetall cell line yang diaborsi, MRC-5, dan WI-38. Vaksin yang mengandung MRC-5 dan WI-38 adalah beberapa vaksin yang mengandung cell line diploid manusia.

Penggunaan janin bayi yang sengaja digugurkan ini bukan merupakan suat hal yang dirahasiakan pada publik. Sel line yang biasa digunakan untuk keperluan vaksin biasanya diambil dari bagian paru-paru, kulit, otot, ginjal, hati, thyroid, thymus, dan hati yang diperoleh dari aborsi terpisah. Penamaan isolat biasanya dikaitkan dengan sumber yang diperoleh misalnya WI-38 adalah isolat yang diperoleh dari paru-paru bayi perempuan berumur 3 bulan.

Usul Fiqh

Ada kaidah usul fiqh yang mengatakan bahwa mencegah kemudharatan lebih didahulukan daripada mengambil manfaatnya. Demikian alasan yang dijadikan dasar hukum pengambilan keputusan terhadap kehalalan vaksin polio sekalipun diketahui bahwa vaksin tersebut disediakan dari bahan yang tidak diperkenankan dalam Islam.

Namun demikian kita tidak boleh hanya bertahan pada kondisi darurat, melainkan juga melakukan usaha untuk perbaikan. Sudah sekian banyak Pharmacist muslim lahir di Indonesia dan kita sudah memiliki pabrik vaksin sendiri di Bandung yaitu Biofarma tentunya sudah tidak ada hal yang menjadikan kita senantiasa pada kondisi darurat. Jumlah balita di Indonesia pada tahun 2005 sebesar 24 juta jiwa, di mana 90% adalam muslim yang butuh vaksinasi yang halal dan aman dari sisi syar’i. Tentunya kita tidak ingin dalam tubuh dan aliran darah balita kita mengalir unsur-unsur haram.(kit)

Sumber Jurnal LPPOM MUI

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Digg
  • MySpace
  • del.icio.us
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • email
  • Furl
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis
  • Yahoo! Buzz

No related posts.

Categories: Obat-obatan Tags: ,
  1. Renaldi
    May 21st, 2009 at 11:04 | #1

    Berita informasi mengenai vaksin haji yang mengandung babi betul sangat menyedihkan.
    Mayoritas orang Indonesia yang muslim di tipu oleh bangsa sendiri yang punya ilmu tentang hal ini, walaupun vaksin tersebut di beli dari negara lain.
    Jika kita belum mampu untuk membuat vaksin sendiri, tolong di cari supplier lain yang bisa menjamin bahwa vaksin yg kita beli pasti tidak mengandung hal yg haram.
    Bagaimana dengan vaksin imunisasi untuk bayi, apakah sudah pasti halal?
    Tolong hal ini penting sekali untuk Orang Indonesia yg mayoritas muslim.
    Terima kasih

  2. Hj. Ummu Salamah, SH, Hajjam
    June 10th, 2009 at 00:10 | #2

    Saya memahami apa yang bapak sedihkan, saya penulis buku Imunisasi Dampak Konspirasi dan solusi sehat Alla Rasulullah SAW. Pertanyaan yang bapak lontarkan semua jawabannya ada di buku saya. Bila bapak berminat membelinya, silahkan hibungi di 021-92678315. harga buku Rp 45.000,- caranya, sms ke nomor Hp. nama. alamat, dan berapa buku yang di pesan. Nanti pengiriman lewat kantor pos.

  3. Hj. Ummu Salamah, SH, Hajjam
    June 22nd, 2009 at 07:25 | #3

    As.wr.wb.

    Pondok Sehat An Nabawiyah mengadakan pelatihan
    Ath- Thibbunabawy bersama :

    -dr. Zaidul Akbar (Pakar Herbalis Internasional)
    - Mira Nurmala ( Iridologist & Herbalis)
    - Hj. Ummu Salamah SH, Hajjam (Herbalis & Penulis buku)

    Teori dan Praktek :
    1. Pengenalan Ath-Thibbunabawy
    2. Anatomi Tubuh
    3.Diagnosa Telapak Tangan
    4.Al-Hijamah /Bekam & Workshop
    5.Iridologi dasar &Workshop
    6.Metode Kedokteran Barat dan Kedokteran Rasulullah
    7. Kiropraktik (Pembentulan tulang belakang)
    8.Step-step membentuk generasi berkwalitas.
    * Peserta dipersilahkan bertanya tentang imunisasi dari A sd Z

    Hari Sabtu dan Minggu tanggal 18 & 19 Juli 2009
    Jam 8.00 hingga selesai
    Biaya Rp 600.000,-
    Fasilitas, Snack, Makan siang, Makalah, Sertifikat

    Pendaftaran Sejak sekarang, tempat terbatas.
    Telepon : 021-7412151, 021 92678315, 081398665033
    Brosur ada di FaceBook : Ummu Salamah
    email: Nabawiyah_islamic@yahoo.co.id

  4. tri puji
    July 21st, 2009 at 16:27 | #4

    Assalamu Alaikum Wr.Wb

    Umi yang baik. Mengenai keharaman facebook bagaimana dari sudut pandang secara umum para ulama dan MUI ?
    Atas penjelasannya saya ucapkan terima kasih.

    Puji

  5. edwin
    July 24th, 2009 at 21:11 | #5

    Hati-hati berita ttg vaksin haram ini, karena kebetulan istri saya seorang dokter dan dia sudah mengecek ke teman-teman nya sesama dokter dan juga di depkes tidak seperti itu. Kita memiliki sumber vaksin yang berlimpah ruah dan tidak perlu dari babi, bayi ataupun janin. Karena diindonesia masih banyak yang menderita penyakit-penyakit tersebut sehingga dapat dihasilkan vaksin-vaksin utk penyakit tersebut. Ingat kasus menteri kesehatan indonesia yg menuntut WHO karena menjual vaksin dgn harga mahal padahal asal virus-nya dari Indonesia. Indonesia saat ini adalah salah satu negara penghasil vaksin yg cukup potensial di dunia dgn memiliki bahan mentah yg cukup utk beberapa tahun ke depan. Didunia ini bahan mentah vaksin sdh jarang dan saya curiga isu vaksin haram (utk negara muslim) atau berasal dari bayi atau janin (utk negara non muslim) sengaja disebarluaskan utk mematikan pasaran vaksin yg mayoritas dihasilkan oleh negara-negara berkembang spt indonesia. Saya tdk heran kalau amerika mengeluarkan isu vaksin ini karena dia akan memasarkan obat pengganti vaksin dimana harus diminum setiap kurun waktu tertentu seumur hidup kita. Sehingga negara kita akan bergantung pada mereka. Jadi saya sarankan gunakan saja vaksin dari depkes dan sudah dijamin kehalalan oleh pemerintah kita..

  6. aji
    August 4th, 2009 at 10:55 | #6

    wahai Hj. Ummu Salamah, SH, Hajjam. bagaimana dengan comentarnya Bang Edwin?

  7. Hj. Ummu Salamah, SH, Hajjam
    August 11th, 2009 at 00:59 | #7

    Afwan, baru jalan-jalan ke blog ini , jadi apa yang sekarang kita takutkan dengan berbagai macam penyakit, dan berbagai vaksin sebagai obat itu sangat rancu.
    Penyakit dapat menyerang kita bila tubuh kita lemah, tentara alami tubuh kita lemah. Oleh karenaitu kita harus memahami Rumus kesehatan yang di Firmankan Allah (TQS 2:168) Kita pahamkan artinya. dan kita amalkan Rumusnya. Inilah yang akan menjaga tubuh kita.

    Obatan herbal yang di Rumuskan oleh Rasulullah SAW: Madu, Habatusauda,
    sari kurma, tanaman di sekitar kita, itulah yang harus kita makan, agar tentara alami kita dapat mengusir penyakit dari tubuh, kita.

    Yang jelas, ketika tubuh kita dalam kondisi sehat wal afiat, buat apa kita di suntik vaksin, ? mencegah penyakit caranya adalah prilaku sex yang halal, makan yang halal lagi baik, obatan herbal,dan pemenuhan kebutuhan hidup per individu yang seharusnya di upayakan oleh negara melalui pejabat2 nya.

    Jadi untuk membuat tubuh sehat sebagai preventif bukan dengan di suntik vaksin ini dan itu, dengan formula yang gak jelas..dan tidak sesuai standardnya Allah, pencipta manusia. Sekali lagi dalam tubuh kita ada tentara alami yang bertugas menjaga tubuh kita, jadi yang harus dilakukan adalah pelihara tentara alami tubuh kita dengan patuh pada aturan Allah. dan laksanakan Hijamah 1 bulan 1 x . Bila kurang jelas, silahkan telepon di 021 98678315/081398665033.

  8. Hj. Ummu Salamah, SH, Hajjam
    August 11th, 2009 at 01:04 | #8

    sari kurma, tanaman di sekitar kita, itulah yang harus kita makan, agar tentara alami kita dapat mengusir penyakit dari tubuh, kita.

    Yang jelas, ketika tubuh kita dalam kondisi sehat wal afiat, buat apa kita di suntik vaksin, ?Bukankah orang sehat bisa langsung memakan obatan herbal?

    Hj. Ummu Salamah, SH, Hajjam :
    Afwan, baru jalan-jalan ke blog ini , jadi apa yang sekarang kita takutkan dengan berbagai macam penyakit, dan berbagai vaksin sebagai obat itu sangat rancu.
    Penyakit dapat menyerang kita bila tubuh kita lemah, tentara alami tubuh kita lemah. Oleh karenaitu kita harus memahami Rumus kesehatan yang di Firmankan Allah (TQS 2:168) Kita pahamkan artinya. dan kita amalkan Rumusnya. Inilah yang akan menjaga tubuh kita.
    Obatan herbal yang di Rumuskan oleh Rasulullah SAW: Madu, Habatusauda,
    sari kurma, tanaman di sekitar kita, itulah yang harus kita makan, agar tentara alami kita dapat mengusir penyakit dari tubuh, kita.
    Yang jelas, ketika tubuh kita dalam kondisi sehat wal afiat, buat apa kita di suntik vaksin, ? mencegah penyakit caranya adalah prilaku sex yang halal, makan yang halal lagi baik, obatan herbal,dan pemenuhan kebutuhan hidup per individu yang seharusnya di upayakan oleh negara melalui pejabat2 nya.
    Jadi untuk membuat tubuh sehat sebagai preventif bukan dengan di suntik vaksin ini dan itu, dengan formula yang gak jelas..dan tidak sesuai standardnya Allah, pencipta manusia. Sekali lagi dalam tubuh kita ada tentara alami yang bertugas menjaga tubuh kita, jadi yang harus dilakukan adalah pelihara tentara alami tubuh kita dengan patuh pada aturan Allah. dan laksanakan Hijamah 1 bulan 1 x . Bila kurang jelas, silahkan telepon di 021 98678315/081398665033.

    mencegah penyakit caranya adalah prilaku sex yang halal, makan yang halal lagi baik, obatan herbal,dan pemenuhan kebutuhan hidup per individu yang seharusnya di upayakan oleh negara melalui pejabat2 nya.

    Jadi untuk membuat tubuh sehat sebagai preventif bukan dengan di suntik vaksin ini dan itu, dengan formula yang gak jelas..dan tidak sesuai standardnya Allah, pencipta manusia. Sekali lagi dalam tubuh kita ada tentara alami yang bertugas menjaga tubuh kita, jadi yang harus dilakukan adalah pelihara tentara alami tubuh kita dengan patuh pada aturan Allah. dan laksanakan Hijamah 1 bulan 1 x . Bila kurang jelas, silahkan telepon di 021 98678315/081398665033

  9. August 20th, 2009 at 08:47 | #9

    lalu bagaimana dengan para calon jamaan haji kita yang diwajibkan imunisasi meningitis? bisa ga kita menolak untuk diimunisasi,tapi kita dapat tetap berangkat haji/umroh?

  10. awam
    September 6th, 2009 at 20:44 | #10

    ass.wr.wb.
    bagaimana kita harus ambil yg halal buang haram, sedangkan indonsia bukan negara islam, artinya ya tidak haram atau halal toh nilainya sama saja, dus terbuat dari apasaja kalau pemerintah menganjurkan kita harus nurut kalo tidak ya subersi dulu kalo sekarang ya teroris kasarnya, ikut aja apa yang disuguhkan pemerintah NKRI selama kita di negri NKRI, anda ingin ibadahnya diterima oleh Allah ya ikuti Allah, Jangan hidup di negara skuler, mau masuk surga terus kemana ya……?

  11. Hj.UmmU Salamah, SH.Hajjam
    September 26th, 2009 at 00:20 | #11

    Wswrwb. Selamat Lebaran, Mohon maaf lahir bathin. ini ada info, untuk umat muslim dan masyarakat umum.

    WASPADA VAKSINASI TERHADAP MANUSIA & HEWAN TERNAK

    Kewaspadaan terhadap semua strategi kafir menghancurkan Islam , harus di imbangi pula oleh strategi untuk membangkitkan dan mengokohkan Islam.

    Perjalanan Safari Ramadhan yang saya dan keluarga lakukan , mendapat informasi langsung di lapangan, akan beberapa strategi pengerusakan masyarakat yang saya catat sudah terus ber jalan di masyarakat.

    1. Pelaksanaan Imunisasi yang terus menerus di desa-desa. Aparat desa ibu-ibu posiandu banyak yang belum paham tentang pengerusakan generasi, baik calon pengantin, ibu hamil, balita , anak sekolah hingga calon jemaah haji yang terus di gencarkan. Daerah yang saya kunjungi dan sempat saya dawahkan tentang kejahatan Imunisasi adalah, di Pengalengan, bandung ( dalam rangka bakti sosial gempa bumi), di Kuta agung, cilacap, dan sukabumi, lebih banyak ibu2 dan bapak2 yang belum paham tentang bahaya imuinisasi. Dan banyak terjadi cedera vaksin kepada generasi kita.

    * Hal ini tidak dapat di anggap sepele/ di abaikan dan membiarkan hanya segelintir orang yang mendawahkan tentang kejahatan vaksinasi ini. Tolong di pertimbangkan segera oleh para ulama para ustad dan ustadzah tentang pentingnya bahasan ini agar segera mendawahkannya ke seluruh Indonesia.. ini sangat berbahaya jika tidak di upayakan secara bersama-sama.

    2. Informasi tentang gencarnya penyuluhan tentang tanggap Flu Burung di desa-desa yang banyak terdapat peternakan ayam di Jawa barat, Limbangan, Malangbong, Gentong, Nagreg, dll. yang di lakukan oleh USAID &CBAIC. Yang sudah berjalan sejak bulan January 2009.

    Penyuluhan ini ber isi tentang tata cara memvaksin unggas (ayam), untuk menghidarkan flu burung, membersihkan lingkungan, dll. di dahului oleh pembacaan Al Quran dan hadis, setelahnya setiap kelompok yang hadir mendapat amplop sebesar Rp 20.000,- biasanya berkisar 30 orang. Seorang anggota penyuluh mengaku dari Muhammadiah. setelah selesai acara penyuluhan di akhiri dengan acara dangdutan. dengan mengundang artis ibukota di sinyalir dana yang terkucur sekitar 1 milyar.

    Untuk dapat di pahami, bahwa cara memberi pakan ayam negeri adalah dari campuran dedak dan darah sapi. Suntikan hormonpun disinyalir dari hormon babi ( mohon di cek/di teliti kembali). Jadi pengerusakan kepada hewan ternak melalui pakan yang haram dan obatan yang haram terus di lakukan, dampaknya adalah kepada umat Islam.. Memakan Ayam yang terkontaminasi hormon babi dan zat beracun, menimbulkan banyak penyakit di masyarakat. Lalu bagaimana akan datang perolongan Allah bila umat muslim terus memakan makanan yang di ragukan kehalalan dan ketoyiban nya?

    Seharusnya ada penggalangan masa dari Peternakan yang menggunakan obatan herbal dan pakan yang halalan toyiban untuk Ayam potong. Untuk mengadakan penyuluhan tandingan mementahkan proyek USAID dan CBAIC yg merusak masyarakat. Sehingga masyarakat terselamatkan.

    3. Sekitar 2 bulan yll, saya mendapat Informasi dari saudara2 para penghijamah, kedokteran Rasulullah, di Bekasi, Bogor, Bandung, terdapat pesawat terbang yang membawa cemistray, penyakit yang di sebar lewat udara.. yang banyak akibatkan flu dan demam dimana-mana (di TV gencar berita tentang flu BABI). Pada tanggal 19 Agustus 2009, saya mendengar berita di Radio Elsinta bahwa WHO akan menurunkan vaksin flu Babi kira-kira 5 sd 6 bulan lagi. Artinya kita perlu waspada akan kemungkinan di sebarkannya kembali virus melalui udara. Dan penawaran akan vaksin flu babi yang di berikan kepada masyarakat secara gratis (Utk yng tidak mampu) maupun di beli dengan harga mahal di RS terkenal, yang di siarkan melalui media masa seperti Tv, ataupun Radio. Karena ini adalah bisnis sekaligus penyebaran virus dan benda haram kedalam tubuh manusia.

    * Artinya masyarakat jangan tertipu. karena yang seharusnya di lakukan adalah pencegahan/ prefentif ataupun pengobatan/ kuratif harus di upayakan dengan cara Rasulullah, dari sekarang. makan yang halal lagi Baik. Baik menurut Allah yang Alami bukuan yang Instan-instan, memakai pengawet, perasa, pewarna kimia sintetis, pestisida dll. Gunakan obatan herbal, Habatusauda, madu, minyak zaitun, sayur dan buah . Laksanakan Hijamah/bekam 1 bulan sekali. Selalu berzikir agar darah yang berputar dalam tubuh di penuhi lafaz Allah, sehingga mampu bertempur melawan penyakit/virus dari luar.

    Antisipasi ini harus segera di lakukan agar masyarakat terselamatkan. Semoga informasi ini dapat membuat kita waspada. dan ini bukan menakut-nakuti tetapi suatu bentuk kewaspadaan yang harus di tingkatkan oleh kita umat Islam pada kususnya dan seluruh masyarakat pada umumnya.

    Penduduk dunia sedang dalam proses pengurangan populasi dari yang berjumlah kira2 6 Milyar orang, menjadi 500 juta orang saja, dan yang 500 juta orang saja adalah orang kafir. Yang lain muslim adalah target.

    Jadi tidak ada lagi waktu istirahat sekarang, kita bejuang ,belajar dan berkarya terus dalam hitungan detik, berjuang Untuk Islam adalah untuk menyelamatkan manusia alam dan kehidupan. Berjuang tegakkan Hukum Allah adalah satu-satunya jalan umat Islam untuk kembali memimpin dunia. Tegakkan Syariah dan Khilafah adalah tugas seluruh umat muslim di dunia.

  12. Hj.UmmU Salamah, SH.Hajjam
    September 26th, 2009 at 01:11 | #12

    Di Pertengahan bulan Ramadha kemarin saya sempat di undang diskusi oleh beberapa dokter dan seorang peneliti “Madu Propolis” dimana penelitian pembuatan madu peopolis ini dengan penelitian dan riset serta uji klinis dari UGM., ternyata mampu sembuhkan berbagai penyakit. Yang saya tertarik ternyata ketika saya bertanya tentang ” pernahkah bapak suntikan madu propolis ini ke tubuh bapak?” Jawabanya pernah bu.. langsung ke tangan kiri saya, dan efeknya sangat bagus. Jadi saya yakin ini bisa di pakai sebagai pengganti vaksin.Tinggal bagian farmasi untuk segera mengaplikasikannya.

    Madu peopolis ini sudah di teliti dan teruji klinis, dengan team Peneliti FK UGM dan juga telah di uji praklinik oleh tema penguji LPPT UGM.Pada prinsipnya madu propolis tersebut dapat diandalkan sebagai IMUNOMODULATOR yang handal untuk berbagai virus dan bakteri. Hasil uji yang sudah tuntas adalah untuk DB, DM, Ca, HIV,kanker payudara, juga baik untuk gagal ginjal, jantung koroner, menaikan Hb, Eritrosit, trombositopenia.

    Tapi dengan adanya penemuan ini, bukan berarti vaksin ini terus di paksakan, walaupun halal dan toyiban. tapi jadikanlah ini suatu pilihan. Bukankah orang yang sehat bisa langsung meminum madu, habatusauda, sari kurma, ataupun sari buah dan sayuran yang mampu menjaga kesehatan tubuh.Karena tetap pada prinsipnya Allah telah memberikan tentara alami dalam tubuh manusia agar mampu melawan virus/bakteri dari luar. Dengan syarat, makan yang halal lagi baik, ( QS Albaqarah :168), berprilaku sex yang halal, hidup mencari nafkah dengan cara yang halal. sehingga kesehatan masyarakat terjamin, karena di jaga oleh Allah. Jadi ketika kita mengikuti aturan Allah, aturan pencipta, maka Allah pasti menolong kita.

    Jadi tinggal sekarang kemauan dan kepedulian dari pemerintah tentang penemuan oleh seorang Ahli dari Indonesia ini, mau di gunakan ato tidak.
    Orang Indonesia itu pintar-pintar, tinggal pemerintah ini, mau menolong rakyat atau terus patuh tunduk kepada penjajah.

    Mau berjuang tunduk kepada Allah dengan pengorbanan harta dan nyawa, ato tetap mempertahankan uang dan jabatan hidup enak, diatas penderitaan rakyat, mengorbankan harta,darah, dan air mata rakyat di belenggu oleh ketundukan kepada penjajah.Dan di paksa untuk ingkar kepada Allah. Itu saja kok..pilihannya..jadi kita dari pihak rakyat, sangat mendambakan para pejabat yang soleh dan solehah untuk menyelamatkan rakyat.

    Alhamdulillah,produknya dalam bentuk botol sudah dapat di beli, dan tersedia.Bila berminat silahkan hubungi saya : 081398665033.

  13. zahroh
    January 1st, 2010 at 20:48 | #13

    Aww. ibunda Hj.ummu salamah yg dimuliakan Allah SWT, afw ananda ingn brtny apkh sm imunisasi dgn vaksinasi?cz dr bku2 yg ananda bc vksinasi dn imnsasi itu sm. tp stlh sy dpnjmkn bku ttg ‘panduan imnusasi di indonesia’bhw kdua hal trsbut memliki mkna yg brbda.tlg djlskn ya bu, sykron wa jzkmuLloh ahsanal jaza

  14. zahroh
    January 6th, 2010 at 10:57 | #14

    Vaksinasi atau yang lebih sering disebut dengan imunisasi adalah pemberian suatu vaksin ke dalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Pada 1977, WHO memulai program imunisasi di Indonesia yang disebut Program Pengembangan Imunisasi (PPI).

  15. enny
    February 2nd, 2010 at 11:51 | #15

    saya adalah ibu rumah tangga dengan 3 orang anak, dan 1 orang meninggal ketika lahir. anak pertama saya berumur 6.5 tahun dan anak ketiga saya berumur 6 bulan. kedua anak saya tidak pernah saya vaksin, karena saya tahu komposisi kandungan vaksin dari selembaran. dan alhmadulillah anak saya yang pertama tumbuh sehat dan pernah juga terserang penyakit anak-anak misalnya cacar air, campak dan diptheri. Tetapi menskipun demikian dia tumbuh menjadi anak yang pintar dan sehat.. kadang saya ingin mensosialisasikan kandungan yang ada di vaksin tetapi saya kuatir hal ini berdampak buruk bagi saya dan anak-anak saya..BETULKAH LANGKAH YANG TELAH SAYA AMBIL…..????? mohon masukannya.

  16. fanny
    February 2nd, 2010 at 15:24 | #16

    saya tahu info ummu dari teman yang kebetulan menerapkan antivaksinasi kepada kedua anaknya. saya pikir itu adalah pilihan, seperti halnya masuk surga, itu adalah pilihan. info yang ada membuka pikiran saya. saya pikir penelitian terhadap vasin bukan dilakukan setahun dua tahun,dan sebelum disebarluaskan kepada masyarakat, tentunya sudah melalui banyak screening dari pihak terkait yang tentu saja mempunyai ilmu pengetahuan dan kewenangan yang apabila ada keganjilan atau keanehan atau kecenderungan yang merugikan, telah terantisipasi oleh mereka tersebut. jadi, apabila sekarang ada fakta mengenai ini, kemana mereka? tak cukupkah pajak yang dikumpulkan untuk membayar jasa mereka?
    saya mempunyai anak umur 2,3 tahun, dan sedang hamil lagi. saya hidup di desa yang lumayan welcome dengan kemajuan2. tapi yang saya temui, mengajak menyusui ekslusif saja sulitnya luar biasa, bukan hanya saya tapi bidan setempat juga. alasannya karena adat. jadi rupanya, adat “mutih” pada ibu yang baru melahirkan masih berlaku. maka asinya hambar tanpa gizi, maka bayinya kekurangan gizi, kemudian bayi yang baru lahir pun diberi makan pisang supaya berhenti nangis. akibatnya.. bayi tersebut tumbuh dengan penyakit yang diciptakan orang tuanya sejak bayi.
    nah, menghimbau asi eksklusif saja susah, apalagi mnenjelaskan tentang vaksinasi halal dan vaksinasi haram.
    bagaimana tanggapan ummu?terimakasih

  17. enny
    February 3rd, 2010 at 10:37 | #17

    terima kasih atas tanggapan saudara Fanny. Saya da 3 kali dan 2 kali menyusui kedua anak saya secara ekslusif. Tantanan terbesar saya adalah menghadapi ibu kandung saya yang terlalu mengatur pola makan saya pasca melahirkan. Dari pengalaman anak pertama saya, ternyata jamu jawa tidak mempengaruhi produksi asi saya, dengan pantangan yang makan serba kering (tanpa sayur berkuah), mengakibatkan air susu saya tidak keluar selama 2 minggu. setelah semua pantangan dari ibu saya langgar, alhamdulillah susu saya keluar dengan deras, karena ternyata lambung saya tidak kuat dengan berbagai ramuan jamu jawa yang kental dan pahit.. pengalaman saya ini saya sosialisasikan ke teman-teman yan beru melahirkan karena saya yakin makanan yang sesuai dengan selera kita dan memenuhi kandungan serat akan memperlancar asi saya.. Saya juga ingin menghimau kepada

  18. enny
    February 3rd, 2010 at 11:05 | #18

    enny :
    terima kasih atas tanggapan saudara Fanny. Saya da 3 kali dan 2 kali menyusui kedua anak saya secara ekslusif. Tantanan terbesar saya adalah menghadapi ibu kandung saya yang terlalu mengatur pola makan saya pasca melahirkan. Dari pengalaman anak pertama saya, ternyata jamu jawa tidak mempengaruhi produksi asi saya, dengan pantangan yang makan serba kering (tanpa sayur berkuah), mengakibatkan air susu saya tidak keluar selama 2 minggu. setelah semua pantangan dari ibu saya langgar, alhamdulillah susu saya keluar dengan deras, karena ternyata lambung saya tidak kuat dengan berbagai ramuan jamu jawa yang kental dan pahit.. pengalaman saya ini saya sosialisasikan ke teman-teman yan beru melahirkan karena saya yakin makanan yang sesuai dengan selera kita dan memenuhi kandungan serat akan memperlancar asi saya.. Saya juga ingin menghimbau kepa

    enny :
    terima kasih atas tanggapan saudara Fanny. Saya da 3 kali dan 2 kali menyusui kedua anak saya secara ekslusif. Tantanan terbesar saya adalah menghadapi ibu kandung saya yang terlalu mengatur pola makan saya pasca melahirkan. Dari pengalaman anak pertama saya, ternyata jamu jawa tidak mempengaruhi produksi asi saya, dengan pantangan yang makan serba kering (tanpa sayur berkuah), mengakibatkan air susu saya tidak keluar selama 2 minggu. setelah semua pantangan dari ibu saya langgar, alhamdulillah susu saya keluar dengan deras, karena ternyata lambung saya tidak kuat dengan berbagai ramuan jamu jawa yang kental dan pahit.. pengalaman saya ini saya sosialisasikan ke teman-teman yan beru melahirkan karena saya yakin makanan yang sesuai dengan selera kita dan memenuhi kandungan serat akan memperlancar asi saya..

  19. February 23rd, 2010 at 22:08 | #19

    memang sedih mndgar kabar2 yg krang enak ttg vaksin ini. bg ima, vaksin rubella yg diambil semasa di darjah 6 x bgos. jka dktakan ibu yang tdak cucuk vaksin ini akan mlahirkan bayi yg cacat seolah-olah mereka mngatakan ima cacat kerna ibu ima sndri tdak mnagmbilnya dan tiada seorang pon keponakan serta kakak apa adek yang cacat bila dlahirkan… jadi, kta harus lawan … fight 4 islam

  20. April 25th, 2010 at 12:59 | #20

    Semenjak saya dan anak juga keluarga rutin mengonsumsi sari korma, Alhamdulillah, gak pernah sakit2an. anak saya sudah tdk pernah ke dokter lagi dan InsyaAlloh utk calon bayi ke-2 saya akan saya putuskan dengan vaksin sari kurma n habatusauda… org dulu tanpa vaksin umurnya panjang2 krn pola makannya tdk aneh2 dan sehat jg gaya hidupnya yg sederhana…

  21. May 19th, 2010 at 08:05 | #21

    Miris juga mendengar kabar2 tentang vaksin vaksin yang beredar dindonesia.Dengan penduduk indonesia yang mayoritas muslim,bagaimana nasib anak anak kita jikalau benar vaksin yang diberikan ternyata mengandung barang haram.Mudah mudahan apa yang dikatakan saudara edwin benar benar terjadi dan kita tidak usah was was lagi,dengan kehalalan vaksin diindonesia.amin

Comments are closed.