Home > Makanan > Dari Jus menjadi Khamar

Dari Jus menjadi Khamar

March 20th, 2009 admin

jusorangeJus buah menawarkan kesegaran kala kita dahaga, di samping memberikan pasokan vitamin bagi tubuh. Tak mengherankan dengan khasiatnya itu, jus buah menjelma menjadi minuman yang banyak digandrungi orang. Meski demikian, kita mesti seksama memperlakukan dan mengonsumsi jus tersebut, terutama terkait dengan waktu simpan. Pasalnya, ternyata jus yang semula halal memiliki kemungkinan berubah menjadi khamar yang berhukum haram untuk dikonsumsi.


Menurut Dosen Teknologi Pangan dan Gizi IPB, Anton Apriyantono, hal itu terjadi karena jus tersebut mengalami proses fermentasi alkohol secara tak sengaja. Ia menyatakan bahwa ada sejumlah riwayat dalam hadis yang memberikan penjelasan tentang perubahan hukum pada jus.

Di antaranya, adalah Hadis Ahmad yang diriwayatkan dari Abdullah bin Umar. Dalam Hadis tersebut, Nabi Muhammad menyatakan minumlah jus selagi ia belum keras. Para sahabat terheran dan bertanya, ”Berapa lama ia menjadi keras”? Lalu Muhammad menjawab bahwa jus itu berubah menjadi keras dalam tiga hari.

Ada pula Hadis Muslim yang diriwayatkan Abdullah bin Abbas. Diterangkan bahwa Ibnu Abbas pernah membuat jus untuk Nabi SAW. Nabi meminumnya pada hari itu, besok dan lusanya hingga sore hari ketiga. Setelah itu Nabi menyuruh khadamnya untuk menumpahkan atau memusnahkannya.

”Berdasarkan keterangan tersebut, jus yang diperam atau disimpan pada suhu kamar dan kondisi terbuka lebih dari dua hari akan berubah menjadi khamar, tentu hukumnya berubah menjadi haram,” katanya kepada Republika di Bogor, beberapa waktu lalu.

Keterangan ini, juga dipertegas oleh Hadis Abu Hurairah yang diakui oleh Abu Daud, An-Nasa’i dan Ibnu Majah. Dalam Hadis tersebut, Abu Hurairah mengisahkan bahwa pada suatu hari, ia mengetahui bahwa Nabi Muhammad tengah menjalankan puasa.

Menjelang berbuka, ia mempersiapkan perasan anggur yang diletakkan di suatu bejana. Namun tiba-tiba, minuman itu mendidih–menghasilkan gas atau gelembung.

Melihat kenyataan itu, kemudian Nabi pun bersabda ”Buanglah minuman keras ini. Ini adalah minuman bagi orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir”. Anton menandaskan bahwa terbentuknya gas atau gelembung pada jus yang disimpan pada suhu ruang dan terbuka menandakan terjadinya fermentasi alkohol.

Pada umumnya, hal ini terjadi setelah jus tersebut berada pada suhu dan ruang terbuka dalam kurun waktu lebih dari dua hari. Ini berlaku untuk jus buah apapun. Apabila dibiarkan dalam waktu lebih dua hari maka dapat berubah menjadi minuman beralkohol.

Sebut saja dalam pembuatan tuak yang bahannya dari nira kelapa. Alkoholisasi ini, jelas Anton, terjadi akibat tumbuhnya ragi yang banyak beredar di udara. Selain memang karena adanya proses pembusukan yang terjadi. Ia menambahkan, jus yang dibiarkan terbuka akan mengundang mikroorganisme yang tak terkontrol baik jenis maupun pertumbuhannya.

Bahkan bisa saja tumbuh mikroorganisme pathogen yang menghasilkan racun. Anton menuturkan, penyimpanan jus dalam lemari es dengan suhu sekitar 10 derajat celcius, memang ditengarai menghambat pertumbuhan ragi pada jus buah yang tidak mengandung pengawet.

Tetapi, bukan berarti ragi tak dapat tumbuh sama sekali, sehingga lama-kelamaan jus itu pun akan berubah menjadi khamar. Oleh karenanya, Anton menyatakan sebaiknya kita menyimpan jus buah dalam lemari tidak lebih dari 8 hari agar tak haram diminum.

Terkait dengan jus mengkudu yang marak beberapa waktu lalu, ia mengungkapkan jika tutup botol jus mengkudu meimbulkan gas dan bunyi maka ada dua kemungkinan. Pertama, jus itu diproses tanpa fermentasi namun sterilisasinya kurang sehingga tumbuh khamar yang mengubah gula dalam jus menjadi alkohol dan karbon dioksida atau pembuatan jus memang melibatkan proses fermentasi.

Ciri lain adalah jus yang mengalami fermentasi akan memiliki bau laikya bau tape. Bagi mereka yang tidak sensitif tetap akan sulit untuk mengenali hal tersebut. Dalam kasus mengkudu karena hal itu didominasi bau mengkudunya sendiri.

Selain jus buah yang mengalami proses fermentasi, ada pula jus buah yang sengaja difermentasi. Hal itu dilakukan dengan menambahkan ragi, baik khamar maupun yeast yang kelak menghasilkan minuman beralkohol laiknya pembuatan minuman memabukkan, wine. Di antara indikasi yang mudah dikenali adalah baunya yang seperti arak.

Hal yang sama juga akan terjadi apabila fermentasi dilakukan pada bahan-bahan yang mengandung gula dan karbohidrat cukup tinggi. Sebut saja buah-buahan, biji-bijian atau nira. Ia akan menghasilkan minuman sejenis bir, sake, atau arak.

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Digg
  • MySpace
  • del.icio.us
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • email
  • Furl
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis
  • Yahoo! Buzz

No related posts.

Categories: Makanan Tags: ,
  1. aya_cahaya
    May 8th, 2009 at 18:21 | #1

    assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu…
    saya juga ingin tauh terkait masalah yogurt? mohon di jelaskan
    jazakallahu

  2. admin
    May 10th, 2009 at 01:26 | #2
  3. July 8th, 2009 at 10:33 | #3

    assalamualaikum warahtullahi wabarakatu
    saya juga ingin tahu tentang babi yang ada suet dl lain lain dimana ya
    beri tahu websitenya ya

  4. December 9th, 2009 at 11:03 | #4

    menurut saya banyak unsur relatfitas dan pemahaman konteks yang keliru mengenai haram dan tidaknya suatu minuman/makanan. kenyataan sekarang banyak sapi makan sampah dengan timah hitam dengan konsentrasi tinggi terpapar dalam darah, daging, hati dan kotorannya, sedangkan dalam daging babi justru bersih= mana yang disebut halal. begitu juga dengan aspek kesejarahan dari seluruh nabi sejak abraham, musa sampai yesus ada satu garis linier memakai hukum yang sama misalkan 10 perintah allah berlaku sampai sekarang ya…….. semua itu hanya refrensi kita aja (saya memandang perbedaan agama its ok, tetapi pemahaman dogmatika keseharian seperti ini jangan disalahkaprahkan, ini boleh- itu tidak boleh——— semestinya kita memandang dari aspek manfaatnya. memang saya sendiri juga tidak setuju dengan minuman arak dst tetapi coba lihat dalam dunia medis juga menyarankan unsur-unsur terbatas juga diperlukan untuk kesehatan manusia.

  5. December 9th, 2009 at 11:08 | #5

    satu contoh lain ttg vaksin H1N1 dengan unsur B1 mana menyehatkan dengan vaksin menjadi sehat atau rela sakit dengan memilih tidak divaksin. semua ciptaan itu ada maksudnya diciptakan selama 6 hari (lihat kisah penciptaan dunia) untuk melengkapi kehidupan dan kesejahteraan dan menyelamatkan umat manusia. kalau sampai terjadi ancaman dan musibah itu sudah hukum alam bahwa manusianya saja yang kelewatan………..

Comments are closed.