Home > Makanan > Mengintip Bumbu Masakan Jepang

Mengintip Bumbu Masakan Jepang

March 19th, 2009

makananjepangSelera ternyata tidak mengenal bangsa. Ini terbukti dengan semakin menjamurnya berbagai jenis restoran asing di Indonesia. Mulai dari masakan Barat, India, Korea, Jepang, Thailand, hingga masakan Timur Tengah. Ketidakharmonisan hubungan antar negara tidak pernah menjadi penghalang bertemunya rasa di lidah. Salah restoran yang sangat popular saat ini adalah restoran masakan Jepang. Rupanya rasa makanan Jepang cukup mudah diterima oleh lidah Indonesia.

Cara pengolahan masakan itu bervariasi, dengan cara goreng, rebus, kukus, bakar atau panggang, bahkan disajikan mentah, tergantung jenis masakannya. Bahan-bahannya bisa terdiri dari segala jenis bahan baku seperti berbagai jenis daging, ikan, tofu, sayur-sayuran, dan bumbu-bumbu. Di negeri asalnya, penggunaan daging dan lemak babi cukup luas baik sebagai bahan utama maupun sebagai bahan tambahan. Tonkatsu dan tonjiru merupakan contoh jenis masakan berbahan utama babi, sedangkan jenis mi ramen hampir dapat dipastikan mengandung kaldu yang berasal dari tulang babi.

Bagaimana dengan restoran Jepang di Indonesia? Pada umumnya restoran Jepang di Indonesia menyesuaikan dengan konsumen mayoritas yang beragama Islam, sehingga tidak menghidangkan menu babi. Apakah dengan demikian masakan Jepang menjadi pasti halal untuk dikonsumsi? Tentunya tidak semudah itu. Masih banyak hal yang perlu dipertimbangkan untuk memilih masakan Jepang.

Kehalalan daging yang digunakan tentu menjadi perhatian penting. Apakah ayam dan daging sapi yang digunakan memang berasal dari supplier yang jelas kehalalannya?

Bagimana dengan menu ikan dan sayuran? Memang segala jenis ikan dan sayur-sayuran halal. Tapi kita sering lupa dengan bumbu-bumbu yang digunakannya. Ada dua jenis bahan tidak halal yang sangat umum digunakan dalam masakan Jepang, baik sebagai bumbu dalam campuran masakan atau sebagai campuran saus, yaitu sake dan mirin. Sebagai contoh, mirin digunakan sebagai bumbu dalam masakan mie Udon dan Rame, masakan daging sapi dan kentang Nikujaga, serta masakan ayam dan telur Oyako Donburi.

Sake digunakan dalam masakan bayam dan pasta wijen, masakan daging Sukiyaki serta maskan nasi Sushi Meshi. Sake dan mirin juga digunakan sebagai campuran saus marinasi ayam untuk masakan Yakitori dan campuran saus Teriyaki atau saus Tempura.

Sake, beras difermentasi

Sake adalah istilah umum untuk minuman beralkohol khas Jepang. Sake merupakan minuman hasil fermentasi yang diproduksi dari beras yang sudah disosoh (polished rice), dicuci, direndam air, dikukus, dan didinginkan dengan kandungan alkohol produk akhir sekitar 15 – 16 persen. Aromanya khas, rasanya sedikit asam dan manis. Dikenal sebagai rice wine dan sangat mirip dengan Chinese rice wine yang bernama shaosing chu.

Secara sederhana prosesnya adalah: beras yang sudah dikukus dicampur dengan koji, moto, dan air kemudian difermentasi selama sekitar 3 minggu. Produk akhir proses ini berupa sake dengan kandungan alkohol maksimum mencapai 20 persen. Satu ton beras sosoh dapat menghasilkan sekitar 3000 liter sake.

Koji adalah konsentrat enzim yang diperoleh dari pengembangbiakan jenis kapang Aspergillus oryzae pada beras kukus, sedangkan moto adalah yeast starter.

Sake merupakan minuman pergaulan di Jepang dan juga sering digunakan dalam ritual keagamaan Shinto. Jenis-jenis sake dapat dibedakan berdasarkan bahan baku beras yang digunakan dan ada tidaknya penambahan alkohol dari luar. Junmai-shu yang berarti pure rice wine adalah nama jenis sake yang dibuat dari beras yang minimum disosoh sebanyak 30 persen dan tanpa penambahan alkohol.

Mirin, lebih legit

Mirin adalah sejenis rice wine yang mirip dengan sake. Rasanya lebih manis dengan kandungan alkohol lebih rendah. Ada dua jenis mirin, yaitu hon dan shin mirin.

Mirin umum digunakan sebagai bumbu masak, dimana rasa manis merupakan rasa yang penting dalam masakan Jepang. Selain itu penggunaan mirin menambah cerah penampakan ikan panggang dan menghilangkan bau amis ikan.

Mirin juga digunakan sebagai teman menyantap sushi. Pada pembuatan saus Teriyaki dan saus Tempura, mirin dapat diganti dengan campuran sake dan gula dengan perbandingan 3:1.

Pada gaya masak Kansai, mirin digunakan setelah dipanaskan sebentar untuk menguapkan alkoholnya. Sedangkan pada gaya masak Kanto, mirin digunakan langsung tanpa perlakuan apapun sebelumnya. Pada perayaan tahun baru (O-shogatsu), mirin digunakan sebagai minuman seremonial (otoso).

Bagaimana kehalalannya?

Dalam pandangan Islam, minuman beralkohol yang dikategorikan sebagai khamr jelas haram digunakan, meski dalam jumlah sedikit. Sake dan mirin jelas termasuk kategori khamr, sehingga penggunaanya tidak diperbolehkan, meski kandungan alkoholnya hilang dalam proses pemasakan.

Oleh karena itu kehati-hatian dalam memilih masakan Jepang perlu sangat diperlukan. Meski bahan bakunya ikan dan sayuran, jika bercampur dengan bumbu yang tidak halal, maka masakan yang dihasilkan tentunya menjadi tidak halal pula.

Ir Muti Arintawati MSi, Auditor LP POM MUI

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Digg
  • MySpace
  • del.icio.us
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • email
  • Furl
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis
  • Yahoo! Buzz

No related posts.

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari halalguide.info di inbox anda:


admin Makanan , ,

  1. aris
    April 7th, 2009 at 12:34 | #1

    Mengapa untuk produk HokBen tidak ada label Halal MUI? Apakah jenis makanan ini masih tergolong Haram dikonsumsi umat muslim ?

  2. April 17th, 2009 at 23:13 | #2

    HOkben sudah bersertipikat halal MUI,kok. sayah sudah berani makan di sana beberapa waktu yang lalu

  3. admin
    April 18th, 2009 at 01:54 | #3

    @ayyash
    benar, hoka-hoka bento sudah bersertifikat halal, jadi tidak perlu ragu mengonsumsinya.

  4. kurnia
    April 28th, 2009 at 21:44 | #4

    waaahhh… q bru tau ne…
    q mlai dr td praktek msakan jpang.
    gmn klo cma skedar menyicip bwt skedar tau gmn rsanya?
    insyaallah nnt q calon chef yg terjun k industri…
    krn q skrng lg nuntut ilmu di slh stu bdng kuliner…

  5. asti
    April 29th, 2009 at 10:19 | #5

    setelah ikut sushi cooking class, saya baru tahu bahwa nasi sushi dibumbui dengan cuka beras, gula dan garam. Setahu saya, cuka beras (rice wine) beda dengan mirin, tetapi proses pembuatan cuka beras melewati tahapan fermentasi. Berarti semua sushi yang memakai bumbu ini, bisa dikategorikan tidak halal dong ?

    Bgmana dengan cuka biasa ? Krn kalau membuat sushi sendiri, cuka beras bisa diganti dengan cuka biasa yang diencerkan dengan air

  6. Ari
    May 12th, 2009 at 17:42 | #6

    Dengan prosedur standar halal seperti apa? LP POM MUI bisa menghalalkan restoran HokBen atau sejenis? hal ini tidak pernah dipublikasikan. Jadi saya meragukan label halal LP POM MUI.

  7. May 17th, 2009 at 13:48 | #7

    jadi hokben halal yah?
    klo hanamasa?

    trus breadtalk?

  8. Ruthie
    August 31st, 2009 at 13:59 | #8

    @asti

    mba asti, ikut sushi cooking class dimana ya?fee-nya brp dlm sekali pertemuan?thx b4

  9. Tex Riz
    September 8th, 2009 at 09:03 | #9

    Kalo saya sih tidak bisa menentukan suatu makanan yang proses dan bahannya asing buat orang awam seperti saya, maka lebih baik ikut saja untuk tidak makan hanamasa, sebelum hanamasa mendapat sertifikat halal dari MUI.
    Lagian sudah jelas apa yang ditulis diatas bahwa ada bahan yang haram untuk hanamasa. Gitu aja kok repot.

  10. Bang Roneh
    September 14th, 2009 at 11:02 | #10

    Cari info restoran jepang yang halal dimana ???
    Btw kalo yg tau, apa aja nama restona ???
    mkc.

  11. Neela
    October 27th, 2009 at 11:15 | #11

    Hmmmm aku suka banget sushi tapi takut kalo makan sushi yang dijual di restoran jepang. Selama ini sih bikin sendiri, cuka berasnya diganti sama air perasan jeruk lemon or jeruk nipis, itu juga enak banget ko.
    Tapi kira2 ada ga yang tahu resto sushi yg halal di jakarta? Thanks

  12. November 15th, 2009 at 14:58 | #12

    halo neela kalo kamu ingin makan sushi yang halal silakan makan di hokben disitu makananya terjamin halalnya

  13. Deeva
    December 11th, 2009 at 14:43 | #13

    Mohon jawabannya, jika ada yg tw dimana restaurant terkenal utk makan sushi yg halal. Terima kasih.

  14. najla
    December 23rd, 2009 at 18:08 | #14

    kalau ga halalnya karena bahan makanannya melalui proses fermentasi, bgm dg tape ya?

  15. saba i wayan
    January 2nd, 2010 at 10:22 | #15

    gimana cara membuat minuman sake jepang ,atau shocu .bahan dari beras atau ubi

    tks

  16. andari
    February 16th, 2010 at 11:50 | #16

    msakan jpang trnyta da yg hla jg
    krain dya ga da
    y psti mknan di jpang enak bgtz

  17. March 20th, 2010 at 17:21 | #17

    eit jangan salah mbak andari, kalau negara penduduk yang bukan muslim pasti ada aja masakan yang nggak halalnya, soalnya kan mereka nggak mengikuti pedoman halal apa nggak, mereka cuma ngikutin pedoman enak apa nggak aja, betul nggak ?

Comments are closed.