Pemanfaatan babi hukumnya haram, baik atas daging, lemak, maupun bagian-bagian lainnya. Firman Allah SWT dalam QS.5:3 mengharamkan konsumsi bangkai, darah, dan daging babi. Demikian juga dengan firman-Nya dalam QS.6:145 dan QS.16.115, mengharamkan konsumsi bangkai, darah, dan daging babi. Dalil-dalil pada beberapa ayat ini merupakan nash yang jelas, yang menegaskan tentang keharaman, antara lain mengkonsumsi babi. Al-Qur’an menggunakan kata lakhma (daging) karena sebagian besar pengambilan manfaat dari babi adalah daging. Selain itu, dalam daging babi selalu terdapat lemak. Kendati Al-Qur’an menggunakan kata lakhma, pengharaman babi bukan hanya dagingnya. Tetapi seluruh tubuh hewan babi. Pandangan ini sesuai dengan kaidah ushul fiqh: min dzikri’l-juz I wa iradati’l kulli. Artinya yang disebutkan sebagian dan dikehendaki seluruhnya.Bahwa daging babi mengandung cacing pita (taenia solium), hampir semua orang sudah mengenalnya. Ternyata tidak hanya itu bahaya yang mengancam pemakan babi. Lemak babi mengandung kolesterol paling tinggi dibandingkan dengan lemak hewan lainnya. Darahnya mengandung asam urat paling tinggi. Asam urat merupakan bahan yan jika terdapat dalam darah dapat menimbulkan berbagai penyakit pada manusia. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa sedikitnya 70 jenis penyakit yang lazim diidap hewan babi dan beberapa diantaranya dapat ditularkan manusia yang memakannya.
Hikmah diharamkannya daging babi, terutama keberadaan cacing pita, seringkali disanggah oleh para ahli kesehatan modern. Mereka mengatakan bahwa cacing tersebut mudah dihilangkan bahkan dengan teknik pemasakan yang paling sederhana. Pandangan ini sungguh menyesatkan karena babi itu sendiri menjijikkan bagi orang yang bersih jiwanya. Allah SWT mengharamkan sejak masa silam untuk waktu yang lama agar manusia mengetahui. Manusia kini baru mengenal sedikit bahayanya, yakni cacing pita, namun demikian jauh sebelum itu Allah SWT telah mengharamkannya. Mungkin sekarang orang menganggap bahwa peralatan masak modern telah mengalami kemajuan, sehingga ada asumsi kalau daging babi tidak lagi membahayakan dan bukan merupakan sumber ancaman bagi manusia. Dengan teknologi pengolahan makanan dan teknik pemanasan yang canggih, bahaya itu sudah bisa dihilangkan.
Mereka lupa bahwa untuk mengatasi bahaya cacing pita saja telah memakan waktu berabad-abad. Itu hanya untuk mengungkap satu penyakit saja. Siapa yang dapat menjamin bahwa di luar penyakit itu sudah tidak ada lagi bahaya yang terkandung dalam daging babi. Apakah tidak selayaknya syari’at yang jauh lebih mendahului kemajuan pengetahuan manusia puluhan abad yang lalu kita percayai sepenuhnya? Semua keputusan diserahkan pada syari’at. Kita menghalalkan apa yang dibolehkan dan menghindari apa yang dilarang. Syariat ini adalah dari Allah Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui bentuk dan karakteristik segala makhluk-Nya.
Kini dengan munculnya kasus Japaneese Enchephalitis (JE) di Malaysia, nyaris semua mata kembali terbuka. Satu lagi bencana mengancam manusia timbul dan bersumber dari babi. Rupanya Allah masih sayang pada manusia, sehingga sekali lagi manusia diingatkan agar menjauhi hewan haram itu. Sudah banyak sekali bukti-bukti yang menunjukkan keburukan babi. Namun sejauh ini manusia tetap nekad memakannya.
No related posts.

“Hikmah diharamkannya daging babi, terutama keberadaan cacing pita, seringkali disanggah oleh para ahli kesehatan modern. Mereka mengatakan bahwa cacing tersebut mudah dihilangkan bahkan dengan teknik pemasakan yang paling sederhana.
1. Cacing pita dapat dihilangkan sudah terbukti secara ilmiah, apakah ada bukti ilmiah bahwa pernyataan itu salah? Sapi juga ada cacing pita tapi tidak pernah diharamkan, bahkan penyakit gila pada sapi (madcow) tidak bisa dihilangkan bahkan dengan pemanasan sekalipun, tapi tetap saja sapi halal tidak pernah diharamkan.
“Pandangan ini sungguh menyesatkan karena babi itu sendiri menjijikkan bagi orang yang bersih jiwanya.”
2. Apa hubungannya cacing pita pada babi dan menjijikkan? Pemeliharaan menjijikkan itu hanya di beberapa tempat, tapi tidak di tempat yang lain. Apakah dipelihara dengan baik dan tidak menjijikkan menjadi tidak haram? Kerbau juga berkubang di lumpur dan menjijikkan, tapi tidak haram. Lele juga hidup di selokan, septik tank, tidak pernah diharamkan.
Haram atau tidaknya binatang untuk dimakan bukan dilihat dari ada tidaknya cacing pita atau bisa tidaknya menularkan penyakit ke manusia dan menjijikkan atau tidaknya.
Saya juga seorang muslim, tapi hendaknya anda berhati-hati jika membuat pernyataan jangan sampai justru malah menyesatkan.
Buat Melly! Jika benar kamu seorang muslim,sudah seharus nya kamu menurut apa yang di beritahu oleh Allah Taala dalam Al Quran.Allah yang mencipta babi dan sudah pasti Allah tahu akan keadaan babi tersebut.Allah melarang semua hamba hamba nya ( melalui Rasulullah s.a.w. )untuk memakan daging babi kerana Allah juga yang mencipta kita semua dan Allah sudah pasti tahu akan risiko daging babi tersebut menyelusuri tubuh badan hamba hamba nya.Nabi Isa a.s. juga mengharamkan umat umat nya yang berbangsa Israel daripada memakan daging babi.Tetapi ajaran Nabi Isa a.s. telah di porak perandakan oleh Paulus yang mengatakan semua makanan di dunia ada lah halal belaka termasok babi.Jika demikian keadaan nya,kenapa orang orang keristian tidak saja memakan racun?
memakan daging babi sudah jelas hukumnya haram bagi muslim. namun yang ingin saya tanyakan bagaimana dengan hukumnya :
1.memelihara babi?
2.memelihara babi untuk diambil keuntungan dari penjualan babi (pengusaha peternakan babi)?
3. pekerja dipeternakan yang dibayar untuk memelihara babi?
4. Pedagang babi?
5. Keluarga (anak/istri)yang memakan dari penghasilan peternakan/perdagangan babi?
demikian, mohon diberikan penjelasan.
Salam, Muhlashin
buat muhlashin
1. jawaban memlihara babi => http://www.mail-archive.com/hizb@hizbi.net/msg05715.html
Kesemua nas tersebut menunjukkan bahawa penternakan
dan perniagaan babi di negara-negara Islam-
yang dilakukan oleh kaum Muslimin mahupun orang kafir-
adalah haram, kecuali pembelian babi
oleh orang kafir untuk konsumsi dan keperluan mereka
sendiri.
Bagi konsumen Muslim babi adalah “jawara”-nya bahan yang diharamkan untuk dikonsumsi dan dimanfaatkan.Padahal babi sering dijadikan sebagai model penelitian yang berkaitan dengan manusia, dikarenakan adanya kemiripan sistem penting dalam tubuhnya. Keterlibatan babi dalam industri farmasi ternyata cukup signifikan. Mulai dari cangkang kapsul baik sebagai kapsul lunak, penyumbang organ-organ tubuh, dan hormon serta enzimnya.
Beberapa bagian dari babi yang pernah dan atau masih menyumbangkan perannya dalam industri farmasi adalah sebagai berikut :
Kelenjar adrenal
Kelenjar ini terdapat pada ginjal. Kelenjar ini dapat menghasilkan hormon yang disebut sebagai steroid dan epinephrine. Hormon hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal babi pernah merupakan sumber penting yang digunakan untuk mengatasi beberapa penyakit yang disebabkan oleh ketidakseimbangan tubuh. Namun sekarang hormon-hormon tersebut sudah banyak diproduksi secara sintetis.
Kelenjar pancreas
Salah satu hormon yang dihasilkan oleh organ ini adalah insulin. Insulin sangat akrab dengan penderita diabetes. Insulin berfungsi untuk mengatur metabolisme gula dalam tubuh. Salah satu sumber insulin yang sudah tidak asing lagi digunakan dalam dunia kedokteran adalah insulin babi. Untuk menghasilkan 1 pound insulin didapatkan dari 60 ribu ekor babi serta diperkirakan mampu mengobati pasien diabetes sebanyak 750-1.000 orang selama setahun . Jika produksi babi pertahun sebanyak 85 juta maka insulin yang mampu dihasilkan selama setahun adalah 1.400 pound. Jumlah tersebut dapat mengobati pasien sebanyak 1, 050 juta – 1,4 juta pertahunnya. Jumlah yang cukup spektakuler.
Saat ini ada alternatif lain pengganti insulin seperti humulin yang walaupun lebih sedikit mahal, ternyata cukup diminati oleh pasien untuk mengganti hormon insulin babi.
Lambung
Lapisan dalam lambung mengandung protein dan enzim. Bagian ini secara komersial digunakan untuk memproduksi sejenis bahan untuk membantu pencernaan (digestive aids) dan antacid.
Usus halus
Heparin adalah bahan yang ditemukan secara ekslusif pada dinding dalam usus halus (babi). Heparin diklasifikasikan sebagai produk pharmaceutical yang esensial.
Jantung
Jantung babi digunakan untuk keperluan transplantasi untuk mengganti katup jantung yang sudah tidak berfungsi lagi. Katup jantung babi yang digunakan pada manusia,ternyata sangat minimal mengalami penolakan pada tubuh manusia. Hal ini menunjukkan bahwa banyak kemiripan system vital yang terjadi pada manusia dan babi.
Kulit
Kulit dalam bentuk gelatin digunakan dalam industri pembuatan kapsul. Selain itu kolagen yang merupakan bagian dari kulit digunakan untuk menstimulasi pembekuan darah selama operasi.
Darah
Fibrin darah yang diekstraks dari darah babi digunakan untuk membuat asam amino yang menjadi bagian dari cairan infus yang ditujukan untuk memberikan nutrisi bagi pasien yang mengalami beberapa operasi tertentu. Darah babi juga dipergunakan untuk keperluan media microbial dan kultur sel.
kalau yang makan babi itu bukan islam allah telah melarang kita mengkomsumsi daging babi karena mengandung cacing pita yaitu cacing yang bisa mematikan manusia
bagaimana bila kulit babi dijadikan bahan sepatu/sandal/ikat pinggang/ tas, apakah diharamkan baik pemakai atau pembuat?!
Sebagai muslim, sebaiknya kalian tidak usah mempertentangkan keharaman babi secara dogmatis dengan ilmu pengetahuan.
Jangan jadi orang pandir yang merasa tau ilmu ke Islaman atau merasa hebat di pengetahuan terkini. Mengetahui bahwa hampir semua penyakit yang terserta pada babi sudah ada penyembuhnya itu baik adanya. Tapi mengikuti apa yang diperintahkan Allah adalah hukum. Itu harus dipatuhi dan tidak ada yang dapat merubahnya.
Jangan jadi orang yang bodoh yang pura-pura tidak melihat perkembangan dunia pengetahuan yang semakin maju, dan tidak melihat betapa hebatnya obat pemunah penyakit yang ada di babi , lalu mengklain babi haram karena hanya cacing pita ? he he he menggelikan
Mengapa babi haram ? Tidak ada yang tahu. Jangan saling menghujat dan menambah panjang dosa kalian yang selalu kalian klaim paling benar. Itu adalah misteri Allah….. dan jangan berdebat seperti segerombolan orang pandir.
Babi dinyatakan haram dalam agama Yahudi dan Islam – semata-mata adalah
warisan dari masalah ekologi khas Timur Tengah.
Beternak babi memang mungkin menguntungkan. Babi bisa diternakkan di lahan sempit, berkembang biaknya cepat, dan relatif tidak rewel. Ideal buat petani atau peternak ukuran kecil-menengah.
Tetapi ada syarat yang cukup berat untuk dapat sukses beternak babi — yaitu tersedianya sumber air berlimpah dan sumber makanan berupa bebijian.
Kedua hal itulah yang menjadi masalah di Timur Tengah.
Tanah Palestina dan Tanah Arab sudah jelas daerah yang sangat minim sumber air. Buat minum saja susah — boro-boro buat dipakai beternak babi.
Kalaupun ada yang nekad mau beternak babi (dikompensasi lewat harga daging yang mahal) — maka akan gampang menimbulkan kecemburuan sosial. Faktor lain adalah babi tidak bisa diberi makan rumput, daun atau ranting. Makanan babi adalah bebijian. Dan karena di masa lampau belum dikenal jagung (karena jagung adalah tumbuhan dari benua Amerika, jadi baru dikenal pasca pendaratan Columbus) — maka pilihan makanan babi pun menjadi sangat terbatas — dan ini berarti memberi makan babi harus bersaing posisi dengan memberi makan manusia. (karena kita juga tidak pernah dengar ada manusia punya makanan pokok rumput, daun atau ranting).
Cara paling gampang dan cepat untuk menghindari bentrok sosial dari memelihara babi adalah dengan cara mengharamkan konsumsinya. Bila tidak ada yang mengkonsumsi, maka tidak akan ada yang memelihara. Beres. Friksi sosial pun akan terhindari
Tentu saja kalau dipandang dalam konteks geografis lain — kedua alasan tersebut (air dan bebijian) menjadi tidak relevan. Indonesia misalnya, berkelimpahan air dan cukup subur untuk ditumbuhi bebijian (termasuk jagung), demikian juga banyak wilayah lain di dunia.
Karena kebetulan saja agama Yahudi dan Islam muncul di daerah gersang — maka aturan makanan haram tersebut ikut “numpang” dalam ajaran kedua agama.
Nah sekarang ini terserah masing-masing orang. Toh makanan di bumi tidak cuma babi. Tehnik budidaya hewan saat ini sudah cukup maju. Mau jadi vegetarian juga OK.
Tetapi tentu amat penting untuk melihat konteks sejarah dan budaya tempat asal suatu peraturan serta relevansinya terhadap situasi lokal. Itu kalau benar-benar ingin dianggap sebagai universal. Universal ni yeeee…
NB: Soal halal-haram ini juga berlaku pada aturan agama Hindu yang melarang konsumsi daging sapi. India adalah daerah yang tanahnya marjinal. Jadi memerlukan kapital berupa tenaga sapi untuk membajak tanah. Untuk memaksimumkan kegunaan sapi sebagai kapital dalam pertanian –ketimbang sapi habis dikonsumsi — maka dikenalkan aturan yang mengharamkan konsumsi daging sapi. Sapi tidak boleh dimakan tapi boleh dipakai kerja. Jadi haramnya daging sapi semata-mata terkait atas faktor ekologi dan ekonomi dalam konteks lokal.
Apakah babi boleh dimakan… ? Kenapa kita makan sapiiiiiiiii….
kalau gitu melakukan propaganda babi haram dengan mengajukan fakta2 babi bercacing, babi benyak penyakit…Bukannya anda yang PANDIR?
Kacian deh loe babi ……Babi yes…,kambing No.
Saya pikir seharusnya semua muslim di dunia ini harus menuruti perintah Allah Swt. Tetapi selalu saja kita terbuai oleh teknologi, jadi banyak orang menyepelekan keharaman sesuatu.
Mohon informasi, ciri-ciri fisik bakso yang terbuat dari daging babi seperti apa ya?
Terimakasih
Untuk Ism, Jangan menghina agama orang lain……koq anda bilang orang kritian makan racun? maksudnya gimana? Jadi orang jangan merasa anda paling benar……
untuk edy yang katanya orang kristian makan babi sama dengan makan racun…kalau memang orang kristian makan babi sama dengan makan racun kok ternyata orang kristian banyak yang umur panjang juga ya….la wong rasanya uenak tenan kok…apalagi dimasak pake bumbu rica ala manado…dicampur sop kacang merah wuiihhh ..edan …!!!pooll enake..hati hati kalau koment kayaknya kamu ga” waras nihhh…temen aq yg muslim banyak juga yg makan babi kecap tuhh..katanya enak banget lho..trus siapa yang waras????
setuju dengan FAHMI REHAN,
sebaik2nya hukum yang paling baik adalah HUKUM ALLAH SWT
saya tertarik tulisan dari sdr Joe (27 mei 2009). secara singkat bisa saya simpulkan bahwa organ2 tubuh dari babi (tidak hewan lain) lebih banyak kemiripan dengan organ2 tubuh manusia sehingga sering dilakukan sebagai bahan yang cocok untuk transplantasi dan yang sejenisnya. sungguh ini merupakan informasi yang bisa menyadarkan manusia yang mau memikirkan akan larangan memakan daging babi bahwasannya BABI SECARA BIOLOGIS IDENTIK DENGAN MANUSIA SEHINGGA SIAPA SAJA YANG MEMAKAN DAGING BABI SAMA SAJA DENGAN MEMAKAN DAGING MANUSIA. jadi mungkin saja untuk keperluan kesehatan hal-hal yang diharamkan bisa menjadi halal, tak ubahnya transplantasi organ tubuh antar manusia. perlu diperjelas bahwa di Al Qur’an hanya disebutkan larangan MEMAKAN daging babi. sedang penggunaan/pemanfaatan bagian anggota tubuhnya mungkin saja diperbolehkan asal untuk keperluan darurat. trima kasih infonya.
jangan merubah hukum2 Allah Ta’ala
yang halal itu sudah jelas
yang haram juga sudah jelas
jangan mengaharamkan yg halal
apalagi sampai mengHALALkan yang HARAM,
ini jelas kufur namanya.
utk yg non muslim, jka anda mmpunyai teman muslim lalu mreka mngkonsumsi daging babi (dgn cara sprt apapun), bukan berarti agama Islam mnghalalkan babi utk dikonsumsi, itu adalah bentuk kmaksiatan dari dia saja sbg muslim, muslim yg saya kira sudah jauh tersesat dlm hukum halal-haram.
semua muslim setuju bahwa babi HARAM untuk dimakan. tidak ada yg menghalalkan.
@reddy
Babi memang haram,dan belum kujumpai satupun ayat maupun sunnah yang menghalalkannya. Tak terlepas dari hal tersebut sebagai manusia yang ingin terus belajar ku ingin mengetahui tafsiran/ushul fiqih kenapa babi diharamkan..tidak sekedar karena cacing pita dan dipandang jijik…
itulah kehebatan islam sbg agama dari yg Maha Tahu. Banyak rahasia2 dlm aturan2nya yg bisa jadi pelajaran bagi orang2 yg berfikir (moslim or non moslim). silahkan cari jwbannya, yg penting ikuti perintahNya.
Manusia bodoh adalah manusia yg slalu mengagungkan agamanya sendiri..
segala sesuatu yg haram atau tidak nya pada masa itu dipengaruhi beberapa faktor,dmana hewan yg ternyata komsumsinya bisa membuat manusia terancam maka itu diharamkan..masuk akal..??
Saya adalah seorang muslim..tapi prinsip saya adalah..tetap bekerja supaya bisa hidup,ada waktu kita wajib beribadat,jgnlah hanya duduk membaca kitab lalu tidak mengerjakan apa2…tulisan dalam kitab sangatlah dalam,orang seperti kita salah penafsiran maka terjadilah bom bunuh diri,alangkah bodohnya itu manusia.
HIKMAH PENGHARAMAN BABI
Biasanya kalau ditanya mengapa babi haram, maka jawabannya adalah : “Babi haram, karena ia memakan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba-mikroba dan bakteri-bakteri lainnya. Hal itu sekarang ini sudah tidak ada. Karena babi diternak dalam peternakan modern, dengan kebersihan terjamin, dan proses sterilisasi yang mencukupi. Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau bakteri dan mikroba lainnya.?”
Ini adalah jawaban yang sangat dangkal atas suatu pertanyaan.
Mari saya tunjukkan mengapa babi itu diharamkan oleh Tuhan:
Efek-efek berbahaya dari komsumsi babi, dalam bentuk apapun, baik itu pork chops, ham,>/i> atau bacon. Ilmu kedokteran mengetahui bahwa ada resiko besar atas banyak macam penyakit. Babi diketahui sebagai inang dari banyak macam parasit dan penyakit berbahaya, dan di luar itu semua, sebagaimana kita membicarakan kandungan uric acid dalam darah, sangat penting untuk diperhatikan bahwa sistem biochemistry babi mengeluarkan hanya 2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam tubuhnya.
Dalam sebuah percobaan, agak kuno dan orang dapat saja menganggap sangat tidak ilmiah, boleh saja mentertawakan tulisan ini.
<Saya hadirkan dua ekor ayam jantan beserta satu ayam betina, dan dua ekor babi jantan beserta satu babi betina. Saya melepas dua ekor ayam jantan bersama satu ekor ayam betina dalam satu kandang. Kedua ayam jantan itu berkelahi dan saling membunuh, untuk mendapatkan ayam betina bagi dirinya sendiri, hingga salah satu dari keduanya hampir tewas.
Kemudian saya lepas dua ekor babi jantan bersama dengan satu babi betina. Kali ini timbul keanehan. Babi jantan yang satu membantu temannya sesama jantan untuk melaksanakan hasrat seksualnya, tanpa rasa cemburu, tanpa harga diri atau keinginan untuk menjaga babi betina dari temannya.
Daging babi membunuh ‘sifat kecemburuan dan harga diri’ orang yang memakannya. Itulah yang terjadi pada para pemakan daging babi.
COBA ANDA BUKTIKAN SENDIRI PERCOBAAN INI !!!!!!!!!!!!!
Seorang lelaki melihat isterinya bersama lelaki lain, dan membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan seorang bapak melihat anak perempuannya bersama lelaki asing, dan hanya dibiarkan sja tanpa rasa cemburu, dan was-was, itu karena yang bersangkuatan. Makan daging babI daging babi itu menularkan sifat-sifatnya pada orang yang memakannya.”
Ilmu pengetahuan modern telah mengungkapkan banyak penyakit yang disebabkan mengkonsumsi daging babi. Memakan daging babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tetapi juga dapat menyebabkan meningkatnya kandungan kolestrol dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh, yang mengakibatkan kemungkinan terserang kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan rematik. Bukankah sudah kita ketahui, virus-virus influenza yang berbahaya hidup dan berkembang pada musim panas karena medium babi?”
Beberapa penyakit yang disebabkan oleh daging babi: “Daging babi mengandung benih-benih cacing pita dan cacing trachenea lolipia. Cacing-cacing ini akan berpindah kepada manusia yang mengkonsumsi daging babi tersebut. Patut dicatat, hingga saat ini, generasi babi belum terbebaskan dari cacing-cacing ini. Penyakit lain yang ditularkan oleh daging babi banyak sekali, di antaranya:
1. Kolera babi, yaitu penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus.
2. Keguguran nanah, yang disebabkan oleh bakteri prosillia babi.
3. Kulit kemerahan, yang ganas dan menahun. Yang pertama bias menyebabkan kematian dalam beberapa kasus, dan yang kedua menyebabkan gangguan persendian.
4. Penyakit pengelupasan kulit.
5. Benalu eskares, yang berbahaya bagi manusia.
Fakta-fakta berikut cukup membuat seseorang untuk segera menjauhi babi:
1. Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia makan semua makanan di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya.
2. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya.
3. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya.
4. Ia mengencingi kotorannya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali.
5. Ia memakan sampah, busuk-busukan, dan kotoran hewan.
6. Ia adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama, jika dibiarkan.
7. Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.
8. Secara kejiwaan ternyata pemakan daging babi mempunyai sifat-sifat, kelakuan, dan keadaan seperti berikut ini : dungu, BEBAL TETAPI MERASA PANDAI, tidak mau menerima pendapat orang lain, buta hati, suka yang jorok-jorok, selalu bernafsu kepada lawan jenis secara berlebihan (lawan jenis tadi dapat saja istri/suami orang, bahkan hewan), selalu ingin memiliki yang dimiliki orang lain, tidak peka terhadap sesama.
Daftar ini bisa sangat panjang, tapi saya cukupkan sampai di sini, TAPI BILA PERLU NANTI SAYA TULISKAN LAGI, MASIH BANYAK LHOOOOOO)
Penelitian ilmiah modern menyatakan: “Daging babi merupakan penyebab utama kanker anus dan kolon. Persentase penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis.
Kini kita tahu betapa besar hikmah dan KASIH SAYANG Tuhan yang telah mengharamkan daging dan lemak babi. Untuk diketahui bersama, pengharaman tersebut tidak hanya daging babi saja, namun juga semua makanan yang diproses dengan lemak babi, seperti beberapa jenis permen dan coklat, juga beberapa jenis roti yang bagian atasnya disiram dengan lemak babi.
Kesimpulannya, semua hal yang menggunakan lemak hewan hendaknya diperhatikan sebelum disantap. Kita tidak memakannya kecuali setelah yakin bahwa makanan itu tidak mengandung lemak atau minyak babi, sehingga kita tidak terjatuh ke dalam kemaksiatan terhadap Tuhan, dan tidak terkena bahaya-bahaya yang melatarbelakangi Tuhan mengharamkan daging dan lemak babi.
MAHA BENAR TUHAN DAN MAHA BIJAKSANA
MAHA BENAR TUHAN DAN MAHA KASIH PADA MANUSIA
Dengan bukti-bukti ilmiah dan empiris di atas, harusnya semakin meyakinkan kita bahwa Tuhan sangat sayang pada kita manusia, Dia tidak menghendaki umat manusia terjerumus pada kemaksiatan sebagaimana sifat babi.
Terakhir:
Beberapa hari yang lalu (akhir April 2009); saya mendapatkan informasi lain bahwa ternyata gen babi sama dengan gen manusia.
Organ tubuh manusia secar medis SAMA DENGAN organ tubuh babi;
misalnya seeorang yang terganggu salah satu organ tubuhnya DAPAT DIGANTI organ tubuh babi.
Demikian sedikit pengetahuan, mudah-mudahan berguna!
Dan yang penting semakin menjadikan kita ebagai orang yang taqwa kepada Allah SWT.
Ingat !!!:
BAHWA TUHAN SANGAT MENGASIHI DAN MENYAYANGI HAMBANYA YANG BERNAMA MANUSIA
Sumber penulisan: Dari berbagai sumber yang patut dan layak !!!!!
assalamualaikum
blh tak bgtau jenama roti yang takhalal tu?
Allahu akbar 3x..
@mini
Jika orang awam menafsirkan Al Qur’an tentulah tak sama dengan para Ulama yang berkompeten dengan ilmunya. Rasanya terlalu gegabah mengatakan babi hanya haram untuk dimakan, tapi tranplansi organ babi bisa halal hanya berdasarkan pemahaman tersebut.
memang masalah boleh tidaknya memanfaatkan barang2 yg haram untuk keperluan kesehatan dll. itu msh dlm perdebatan. baik antar para ulama itu sendiri, apalagi oleh kita2 orang awam. walaupun di Al Qur’an sendiri sdh menjelaskan (dibolehkan scr. tersirat) mengkonsumsi daging yg (tadinya) haram bila BENAR2 mendesak/terpaksa [6.145]. tapi ayat ini sdh jelas tdk berarti menghalalkan hal yg haram. kalo trnsplantasi organ babi haram knp transplantasi organ tubuh manusia bisa halal? toh banyak para ulama yg membiarkan terjadinya transplantasi organ manusia. jadi…
maaf saya orang bali
saya pemakan babi..so damn good
tapi saya tdk merasa mempunyai sifat spt babi..
saya kira masalah sifat adalah masalah bgmn kita berkembang, bergaul, interaksi dgn lingkungan dan yg terpenting adlh bgmn kita bs belajar dr hal2 tsb
bukan semata masalah babi bro..
saya sendiri menghormati teman yg tdk makan babi atau makanan yg lainnya..
itu sich masalah pilihan
asal jangan terlalu dibesar2kan
kalo mo makan silakan…kalo gak ya jangan ribut2
buktinya d bali sendiri..kita khan semua pemakan babi tapi kok banyak ya orang2 muslim tinggal disini..gak dosa gitu…???
my advise…just enjoy ur life bro
God giving u many options for living
pick one of them and hurt nobody
peace……
saya mengikuti diskusi ini memang menarik, seperti gado-gado saja dari issue minuman lari ke issue babi dan lari pada issue persepsi dan perilaku manusianya………….. sebenarnya masalah intinya adalah bagaimana kita berperilaku dan melihat segala sesuatu secara utuh bahwa seluruh alam ciptaan adalah karunia kecuali “buah terlarang…………” fokusnya hanya satu bahwa aturan manusia adalah untuk manusia dan selebihnya aturan dari Tuhan mengatur hubunganNya secara transendental manusia dengan Tuhan Yang Esa. Manusia diberi akal, budi, pikiran untuk digunakan mengembangkan alam ciptaannya (bukan sebaliknya). Halal guide menurut saya mestinya menuju perkembangan jaman(lihatlah pandangan theologi kontekstual saudara kita yang dinamis dalam versi kekinian bukan lagi mempermasalahkan sejarah) bagus kalau dilakukan suatu tren kebudayaan baru, seperti halnya budaya kalau tidak dilakukan pembaharuan maka akan mengalami stagnasi yang jauh ketinggalan dan tidak siap menghadapi perubahan global misalkan saja bagaimana harus menghadapi berbagai tekanan besar yang sudah didepan mata semisal C-AFTA atau pasar bebas dunia……… ayo maju dikitlah halal guide bagus mengkritisi fakta dilapangan berbagai makanan yang dijual bebas termasuk di pasar, disekolah2 yang banyak mengandung perasa,pewarna,pengawet kimia, dst.
assalamu’alaikum
saya cuma ingin nambahin aja….dulu di zaman Rasul ketika perintah hijab turun maka para sahabiyah pada saat itu tidak lagi bertanya dan mereka langsung mencari kain yang bisa di jadikan hijab. Ketika di larang khmar maka para sahabat langsung membuang khmar yang ada dalam rumah mereka hingga dikatakan madinah banjir khmar. dan apa yang dilakukan para sahabat dan para sahabiyah radhiyallahu anhum tanpa bertanya lagi mengaa begini dan mengapa begitu. Ketika Allah mengharamkan mereka langsung melakukan. Itulah konsekwensi dari syahadat sami’na wa atho’na.
Adapun kalangan yahudi di jaman nabi musa ketika di suruh mencari sapi betina maka mereka sibuk bertanya yang pada akhirnya menyusahkan mereka sendiri.
Jadi saya ingin katakan bahwa ketika Allah sudah mengharamkan sesuatu cukuplah bagi kita untuk mentaatiNya tanpa harus bertanya lagi. Cukuplah Allah yang tau kenapa itu diharamkan. Jangan memaksakan alasan alasan yang kemudian membuat celah dari hukum tersebut.
Sebagai contoh. Karen babi jorok dan banyak caing pita, dan makan makanan yang jorok. ini akan terbantahkan karena ternak babi sekarang lantainya dari keramik, dengan makanan khusus, dsb yang memungkinkan akan menjawab tentang jorok, cacing pita dsb.
Cukuplah ketika Allah dan RasulNYa mengharamkan sesuatu maka ikuti saja.
saya setuju sekali. melaksankan printah & jauhi laranganNYA. disamping bagi yg ingin mencari hikmah di balik printah & laranganNYA tdklah bisa disalahkan. kalo benar dr Allah & kalo salah dr manusia itu sendiri.
sesuatu yang halal pun bisa menjadi haram jika terlau berlebihan dalam penggunaannya. haram dan halalnya sesuatu ditentukan oleh situasi dan kondisi,
Bagi Umat Muslim
1. Agama Islam Mengharamkan umatnya; babi utk di konsumsi
2. Hukum Islam bukan soal budaya/etimologi, tapi agama/wahyu Tuhan.
3. Umat Muslim yang mengkonsumsi babi adalah berdosa.
4. Kemampuan Manusia masih terlalu sederhana utk memahami hukum Allah, bahkan
dengan segala sains dan teknologi yang dikuasainya.
Bagi Non Muslim
1. Kami mengerti ketidakfahaman anda, karena ; Pertama anda BUKAN umat Muslim
2. Seorang bukan Muslim; Tidak Memiliki Keimanan kepada Islam (Al’Quran, Hadist)
3. Anda ‘terbebas’ dari Hukum/Larangan dari Agama Islam.
4. Silahkan Non Muslim membuat pemahamnya sendiri, sesuai keyakinan anda.
5. Bahwa tidak mencampurkan keyakinan anda, dengan Hukum Islam.
6. Bila umat Non Muslim melihat/bersaksi adanya umat Muslim mengkonsumsi babi,
itu bukanlah berarti babi telah menjadi halal dalam Hukum Islam, tetapi
sesungguhnya umat Muslim itu telah menganiaya diri sendiri dengan melanggar
larangan agamanya.
Himbauan yang layak bagi Umat Muslim;
1. Tidak tergoda dengan apapun ‘iming-iming’ kenikmatan keduniawian walaupun dgn
argumentasi apapun.
2. Babi haram di konsumsi, tetapi BUKAN binatang yang terlahir utk dibenci.
3. Adanya Babi di dunia, adalah ‘Hikmah Ujian’ bagi manusia dari Allah, dan spt
halnya buah khuldi bagi Nabi Adam.
4. Tidak perlu mengkritisi umat Non Muslim dengan keIslaman anda.
5. Pemahaman/Pembelajaran tentang agama Islam sebaiknya dari orang yang ‘Paham’/
lembaga pengkajian Islam yang telah teruji dan layak dibuat sebagai
referensi masukan/pencerahan keislaman anda.
6. “Untuk mu lah Agama mu dan Untuk ku lah Agama ku”
@Kritisi
“Manusia bodoh adalah manusia yg slalu mengagungkan agamanya sendiri”
Wah… galak sekali… Tentu saja seseorang yang Memiliki agama sangat masuk akal untuk meng agungkan agamanya sendiri, justru bagaimana mungkin seseorang malah mengagungkan agama yang bukan ia anut? menurut ku sah saja seseorang mengagungkan agamanya sendiri sepanjang ia tidak memaksakan kebenaran agama yang ia anut kepada orang yang menganut agama lain.
@BABI HARAM tapi BUKAN UTK DIBENCI
@Takultok
“Kacian deh loe babi ……Babi yes…,kambing No.”
…Bagi umat Non Muslim silahkan Menyantap babi,
dan tidak perlu ‘kaciani’ umat yang tidak Menyantap Babi.
Bagi umat yang diperbolehkan Menyantap Babi, silahkan saja…Umat Islam menghormati Hak Menyantap Babi dari umat lain…
@melly
jika melly seorang muslim, maka; lengkapi lah yang kurang, luruskan yang harus diluruskan.
seorang muslim haruslah saling mengingatkan dalam kesesatan dan bergotong royong lah dalam mendapatkan kebenaran.
melly menulis:
“”"Haram atau tidaknya binatang untuk dimakan bukan dilihat dari ada tidaknya cacing pita atau bisa tidaknya menularkan penyakit ke manusia dan menjijikkan atau tidaknya.
Saya juga seorang muslim, tapi hendaknya anda berhati-hati jika membuat pernyataan jangan sampai justru malah menyesatkan”"”
himbauan anda; “Saya juga seorang muslim, tapi hendaknya anda berhati-hati jika membuat pernyataan jangan sampai justru malah menyesatkan” anda menghimbau… tetapi sebaiknya anda bisa menjawab ;
-kalau bukan karena “bukan dilihat dari ada tidaknya cacing pita atau bisa
tidaknya menularkan penyakit ke manusia dan menjijikkan atau tidaknya.”
Pertanyaan saya; menurut melly apa yang membuat Haram atau tidaknya binatang untuk dimakan ? please… jawab dunk……
@Maskolo
“”Babi dinyatakan haram dalam agama Yahudi dan Islam – semata-mata adalah
warisan dari masalah ekologi khas Timur Tengah.”"
Bapak Maskolo; Pak, Babi dinyatakan Haram dalam Islam itu pernyataan Allah SWT. dan perlu saya informasikan Tidaklah mungkin Allah menerbitkan hukum yang ada di Kitab Qur’an yang demikian semata-mata kontekstual dan situasional, apalagi pertimbangan warisan di suatu regional tertentu. Islam agama yang didesign bisa dipeluk semua manusia, sepanjang masa, sepanjang keyakinan dan keimanan seseorang dapat meraihnya.
“Cara paling gampang dan cepat untuk menghindari bentrok sosial dari memelihara babi adalah dengan cara mengharamkan konsumsinya. Bila tidak ada yang mengkonsumsi, maka tidak akan ada yang memelihara. Beres. Friksi sosial pun akan terhindari ”
…Bapak Maskolo, kelihatannya benar-benar yakin Pengharaman babi dengan uraian opininya di atas… entah referensi mana yang beliau gunakan…Bapak Maskolo yang budiman, apakah bapak muslim? kalau bapak bukan muslim sebaiknya bapak tinggalkan diskusi keharaman babi ini, karena kelihatannya tidak cocok dengan latar belakang keimanan bapak, Percayalah umat Islam Wajib menghormati penganut agama lain akan Haknya Menyantap Babi, Atau bila Bapak berkenan mempelajari Islam, cobalah pemahaman/pembelajaran tentang Islam itu sebaiknya dari orang yang ‘Paham’/lembaga pengkajian Islam yang telah teruji dan layak dibuat sebagai
referensi masukan/pencerahan keislaman anda.
hay guy”s..hendaklah kita menghormati agama masing2 n opini setiap orang..ajaran kristen prjanjian lama,,babi memang di haramkan tpi dgn di perbaharui,,prjanjian baru menghalalkan smua makanan yg ada.. jdi buat umat muslim ajaran mereka dlm ktegori prjanjian lma ALKITAB yg mngharamkan babi,itu kita hormati.. jdi trgantung dri pribadi masing2 makan babi ato tidak makan babi..klo aku makan babi yuk,,hidup untuk di nikmati aplagi yg enak2..tingal pilih,,babi putar,babi kecap,babi garo,babi bulu,tinorangsak,babi tore,babi rica2 depe par CAP TIKUS..atow kamu yg nantinya pusing ngomongin babi..hati2 entar jdi babi,,awas loe gue makan nanti hahahahhaah…. peace for all.. PIG bless u
itulah perbedaan agama Islam dgn agama2 lain. Al Qur’an dari sejak diturunkan sampe skrng tdk ada perubahan alias tetap asli. walaupun diterjemahkan ke dalam bahasa lain, ttp teks aslinya (Arab) tetap ada. pertanyaan saya: kalo hidup hanya unt bernikmat2, knp mesti ada bencana, kesakitan, kecelakaan, perang, kematian dll. anda pasti akan merasakan itu, yg pasti adalah ‘kematian’. anda kebal dgn itu semua? jangan tertawa dulu.
agama nda ada bedanx,,agama itu tidak menyelamatkan,tetapi iman seseorang itu yang menyelamatkan diri nya,tetapi iman yg bagaimana dulu..hrus dgn ajaran yg sesuai n prcya kpada ALLAH yg maha kuasa..knp hrus ad ksakitan,kcelakaan,perang n kmatian..ALLAH mengatakan kerajaan sorga uda dkat,hendaklah kita waspada n bertobat,..knpa takut mati..org kristen tdk takut mati,,karna mati adalah keuntungan..loe aja yg takut mati kalik..klo haram ya haram nda pke tersirat sgla,klo tersirat bole makan donk,,
orang ngomong hrs ada dasarnya. kalo dasarnya sj sdh meragukan, semua orang yg berakal tdk akan pernah percaya, kecuali hanya orang yg. menuhankan nafsu. akibatnya adalah kitab & ajarannya sendiri dipermainkan.
@Ism. assalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh,
saya mengerti maksud ibu tadi. hukum babi haram adalah jelas kebenarannya secara ilmiah maupun agama, dan orang islam wajib mampercayainya. akan tetapi alangkah baiknya orang islam tidak berlebihan dalam cara menyampaikan kebenaran tersebut disertai kata2 yang berlebihan dan menyakitkan umat lain, karena allah tidak menyukai orang2 yang berlebihan. selain itu. sikap berlebihan ini sangat berpotensi untuk mengakibatkan perpecahan. sebagai umat islam marilah kita percaya akan aturan agama kita dan tidak menghujat agama lain, karena rasulullah saw pun tidak pernah mengajarkan umatnya untuk berlebihan dalam segala hal, terima kasih.
menurut saya ini adalah hal yang sangat aneh… di asia timur, salah satu pangan utamanya adalah babi, dan kalau melihat masyarakat disana apakah mereka orangnya penyakitan semua? saya rasa tidak…
daging babi banyak mengandung lemak, daging babi juga sulit dicerna seperti halnya kolestrol, selain itu daging babi menyebabkan berbagai macam penyakit :
1.pengerasan pada urat nadi
2.naiknya tekanan darah
3.nyeri dada mencengkram
4.radang pada sendi
5.antraks
6.rabies
7.flu babi, dll
babi mengandung banyak parasit, bakteri, bahkan virus berbahaya, sehingga pantas kiranya jika babi disebut sbg kubangan penyakit.
juga lemak pada babi mudah mengalami oxidative rancidity, sehingga secara struktur kimia tidak layak dikonsumsidan akibatnya mudah berbau anyir dan busuk saat bereaksi ddengan oksigenataupun dibiarkan di udara terbuka. tak heran, kulit orang yg memakan daging babi mengeluarkan bau tidak sedap.
yang jelas bagi saya kalau pingin selamat dunia akhirat harus menuruti perintah dan petunjuk Allah Swt yang tertuang dalam Al-quran dan Hadits karena saya MUSLIM..dan yang harus kalian tahu “Agamaku adalah agamaku,Agamamu adalah agamamu” gitu aja kok repot.